- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Di China Ada Perusahaan RI Produksi Masker

JAKARTA,- - Pemerintah bersama swasta tengah menggenjot produksi masker untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dalam rangka penanggulangan virus corona (Covid-19). Salah satu produsen, Sinarmas Group, mengaku turut serta dalam upaya produksi ini.
Kendati demikian, Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto, mengaku, saat ini pabriknya di Indonesia belum siap untuk melakukan produksi besar-besaran. Karena itu, saat ini dia masih mengandalkan produksi dari pabrik di China.
"Ya kami Asia Pulp & Paper (APP) memproduksi masker, tetapi pabrik di Indonesia terus terang belum siap sehingga kami memproduksi sekarang ini dari China," ujarnya di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (24/3/20).
Baca Lainnya :
- Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan0
- WHO: Lockdown Saja tak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona0
- Gunakan Bilik Telepon Cara Baru Korea Selatan Tes Corona0
- Cara Singapura menjadikan Nol Korban Jiwa Covid-190
- China Melaporkan Nol Kasus Baru Covid-19, Untuk Pertama Kalinya0
Dia menjanjikan, setidaknya pada April 2020 nanti pabrik yang disiapkan di Indonesia sudah bisa beroperasi. Sambil menunggu kesiapan pabrik itu, produksi masker di China terus dilakukan.
Beberapa waktu belakangan, pihaknya juga terlibat dalam penyaluran donasi berupa masker di sejumlah sasaran di Indonesia. Sebagian besar merupakan masker impor.
"Untuk masalah yang saat ini, kita masih impor, tetapi impornya kemarin langsung dibantu oleh Kementerian Kesehatan, kami mendapat kemudahan sekali dalam proses impor bersama-sama Mendag, langsung dalam waktu beberapa jam bisa dikeluarkan," urainya.
Di sejumlah komoditas alat kesehatan, dia menegaskan, saat ini swasta sudah tak bisa lagi menggelar impor secara mandiri. Kebijakan di sejumlah negara sudah mewajibkan adanya hubungan antar negara.
"Kami untuk pengadaan pengobatan, untuk impor dari luar sudah di lock, karena harus G to G. Kita tidak punya kemampuan dalam pelaksanaan tanpa bantuan dari pemerintah, dalam hal ini yang paling tepat saya rasa BUMN," urainya.
Salah satu yang juga penting diperhatikan adalah mengenai angkutan logistik. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia untuk menyiapkan penerbangan ke sejumlah negara asal impor.
"Saya sudah bicara langsung dengan Dirut Garuda Pak Irfan. Beliau meminta secara khusus masker untuk para pilot dan pramugari. Kami sudah langsung drop hari ini sementara 10.000 dulu. Dan itu akan terus kami berikan sesuai kebutuhan."
"Namun dalam kesempatan itu saya juga meminta tolong kepada beliau untuk bisa mengalokasikan beberapa penerbangan di negara negara asal karena ada barang yang sedang kita impor. Beliau nyatakan kesediaan mengatur ini bersama-sama," lanjutnya.[]
































