- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Jokowi-Nadiem Beri Opsi Ini Sebelum Sekolah Tatap Muka Digelar

JAKARTA - Memperingati Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar podcast antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Dalam podcast, tampak bahwa Jokowi dan Mas Menteri sepakat untuk memberikan sejumlah opsi sebelum sekolah tatap muka dimulai.
Menurut Jokowi, vaksinasi menjadi keharusan guna mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Karena ada target pendidikan yang perlu dicapai dari sekolah offline menjadi hybrid. Vaksinasi terhadap tenaga pendidik sudah dimulai, karena kembalinya anak-anak ke sekolah harus ada jaminan aman dari Covid-19. Sehingga, Indonesia bisa segera mengejar ketertinggalan yang disebabkan pandemi.
"Jadi kalau nanti sudah mulai tatap muka terbatas, betul-betul secara ketat harus menjalankan prokes. Kemudian kita evaluasi setiap wilayah seperti apa dan setelah itu kita akan memutuskan lagi kebijakan ke depan akan seperti apa. Gimana kira-kira?," tanya Jokowi kepada Nadiem, Minggu (2/5/2021).
Baca Lainnya :
- Cara Mengaktifkan Paket Internet Gratis 0
- Di Kota Sukabumi Dapur Warga Terseret Longsor0
- Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Bandung, Warga Mengungsi0
- Hoaks Corona Bertambah, Polri Jerat 30 Tersangka0
- Artis Detri Warmanto Positif Virus Corona0
Mengamini Jokowi, Nadiem mengatakan bahwa itu adalah opsi terbaik, karena sekarang banyak sekali orang tua tidak diberikan opsi untuk tatap muka. Jadi kalau tenaga pendidiknya sudah divaksin, maka sekolah itu wajib membuka opsi tatap muka, tetapi orang tua tidak wajib mengirimkan anaknya ke sekolah kalau tidak nyaman.
"Jadi kuncinya dua seperti yang pak presiden bilang. Tatap muka terbatas bukan seperti sekolah normal ya pak, ngga ada ekskul nggak ada, kapasitasnya cuma 50% harus rotasi. Dan kedua, haknya ujung-ujungnya ada di ortu. Tapi kalau saat ini, pilihan saja mereka tidak punya di beberapa sekolah dan mereka mengalami banyak kesulitan. Jadi kami bekerja sama dengan Kemkes untuk pastikan, mendorong pemda melakukan vaksinasi dan melakukan tatap muka," katanya.
Jokowi menegaskan, yang terpenting pada akhir Juni itu vaksinasi untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus sudah selesai. Karena tatap muka terbatas di Juli.
Nadiem menjelaskan, tatap muka sudah bisa dijalankan kalau sudah vaksinasi. "Harapannya Juli hampir semuanya sudah ada opsi tatap muka, jadi insyaAllah bisa lebih cepat," katanya.[]



































