Sekolah Dibuka Juli Kemendikbud Tak Akan Undur Tahun Ajaran Baru, Peneliti: Sangat Berisiko

By Polkrim News 14 Mei 2020, 19:41:38 WIB Pendidikan
Sekolah Dibuka Juli Kemendikbud Tak Akan Undur Tahun Ajaran Baru,  Peneliti: Sangat Berisiko

JAKARTA- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril memastikan, pihaknya tidak akan melakukan pengunduran tahun ajaran baru.

Iwan mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji model pembelajaran yang akan diterapkan apakah melalui daring atau tatap muka kembali.

"Kita sering kali mendapatkan pertanyaan kapan sekolah dibuka, tahun ajaran mau diundur atau bagaimana. Oke kalau tahun ajaran tetap, kita tidak ada rencana mengubah tahun ajaran, tapi apakah kemudian akan tetap online atau bagaimana," ujar Iwan saat diskusi daring, Rabu (13/5/2020).

Baca Lainnya :

Menurut Iwan, di tengah pandemi corona ini segala sesuatunya memiliki dinamika yang sangat cepat. Sehingga dibutuhkan pertimbangan yang matang untuk menentukan proses belajar mengajar di tanah air.

Iwan mengatakan, saat ini kemungkinan besar proses belajar mengajar secara langsung akan dimulai pada Juli mendatang. Meski begitu, pihaknya masih terus memperhatikan perkembangan penyebaran corona di Indonesia.

"Yang kami tahu pada saat ini diperkirakan Juli sudah oke ya, tapi siapa yang bisa memprediksi Covid-19 ini, mau oke atau enggak," ucap Iwan.

Iwan menyontohkan, Korea Selatan yang telah melakukan kegiatan kembali setelah dinyatakan aman dari corona, ternyata mendapatkan gelombang kedua penyebaran corona. Hal tersebut menjadi pertimbangan, sehingga Kemendikbud akan terus membuat asessmen untuk menentukan arah kebijakan pendidikan.

"Ini merupakan sesuatu yang harus kita terus berdinamika untuk asses tentang bagaimana baiknya tentang Covid-19 ini," kata Iwan.

Sebelumnya diberitakan, Kemendikbud berencana melakukan pembukaan kembali sekolah pada bulan Juli mendatang. Plt Dirjen PAUD Dikdasmen, Hamid Muhammad mengatakan, pembukaan sekolah hanya diutamakan untuk wilayah yang telah dinyatakan bebas dari penyebaran virus corona.

"Masih dijajaki kemungkinannya, terutama untuk daerah yang sudah dinyatakan aman dari Covid-19 oleh otoritas kesehatan," ujar Hamid kepada tribunnews.com, Sabtu (9/5/2020).

Namun,  Peneliti sosiologi pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Anggi Afriansyah berpendapat, membuka sekolah sangat berisiko. Dibukanya sekolah tanpa memperhitungkan berbagai risiko justru akan menambah kluster baru penyebaran Covid-19.

Dia menyarankan agar pemerintah bersabar. Memundurkan waktu pembukaan sekolah dan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh lebih baik.

"Risiko terpapar anak tinggi, terutama bagi mereka yang harus menggunakan transportasi publik. Kondisinya berbeda dengan anak-anak keluarga menengah atas yang menggunakan transportasi pribadi yang relatif lebih aman. Apabila ada kasus, anak dari kelompok itu lebih mudah dilacak asal penyebab," ujar dia.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Ria 16 Mei 2020, 11:45:24 WIB

    Sebaiknya masuk aja tatap muka. Lebih efektif jika tatap muka. Krn siswa baru harus bertemu langsung dengan gurunya. Ikuti protokol kesehatan aja. Siswa dan guru wajib pakai masker. Jam belajar dikurangi selama pandemi. Bisa ditambah bawa tugas ke rumah. Siswa langsung menerima tugasnya dari gurunya, tdk online lagi. Mksh semoga bermanfaat

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar1Kanan - Iklan PP

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama