- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
- Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu
- Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-19
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-19
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020
- Ungkap Misteri CD Sering Hilang, Polres Cianjur-Polsek Ciranjang Lakukan Penyelidikan
Sekolah Dibuka Juli Kemendikbud Tak Akan Undur Tahun Ajaran Baru, Peneliti: Sangat Berisiko

JAKARTA- Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril memastikan, pihaknya tidak akan melakukan pengunduran tahun ajaran baru.
Iwan mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji model pembelajaran yang akan diterapkan apakah melalui daring atau tatap muka kembali.
"Kita sering kali mendapatkan pertanyaan kapan sekolah dibuka, tahun ajaran mau diundur atau bagaimana. Oke kalau tahun ajaran tetap, kita tidak ada rencana mengubah tahun ajaran, tapi apakah kemudian akan tetap online atau bagaimana," ujar Iwan saat diskusi daring, Rabu (13/5/2020).
Baca Lainnya :
- Cara Cairkan THR Pensiunan PNS, TNI dan Polri Besok 15 Mei 2020, Tak Dipotong Asuransi Kesehatan0
- Ada Kabar Baik untuk Korban PHK, Daftar Kartu Pra Kerja Gelombang 4 Ditunda0
- Menteri Pertahanan China Telepon Prabowo, Ada Apa0
- Kepada Aa Gym, Erick Thohir Mengaku Tidak Bahagia Jadi Menteri0
- Jangan Gegabah Menuduh SARA0
Menurut Iwan, di tengah pandemi corona ini segala sesuatunya memiliki dinamika yang sangat cepat. Sehingga dibutuhkan pertimbangan yang matang untuk menentukan proses belajar mengajar di tanah air.
Iwan mengatakan, saat ini kemungkinan besar proses belajar mengajar secara langsung akan dimulai pada Juli mendatang. Meski begitu, pihaknya masih terus memperhatikan perkembangan penyebaran corona di Indonesia.
"Yang kami tahu pada saat ini diperkirakan Juli sudah oke ya, tapi siapa yang bisa memprediksi Covid-19 ini, mau oke atau enggak," ucap Iwan.
Iwan menyontohkan, Korea Selatan yang telah melakukan kegiatan kembali setelah dinyatakan aman dari corona, ternyata mendapatkan gelombang kedua penyebaran corona. Hal tersebut menjadi pertimbangan, sehingga Kemendikbud akan terus membuat asessmen untuk menentukan arah kebijakan pendidikan.
"Ini merupakan sesuatu yang harus kita terus berdinamika untuk asses tentang bagaimana baiknya tentang Covid-19 ini," kata Iwan.
Sebelumnya diberitakan, Kemendikbud berencana melakukan pembukaan kembali sekolah pada bulan Juli mendatang. Plt Dirjen PAUD Dikdasmen, Hamid Muhammad mengatakan, pembukaan sekolah hanya diutamakan untuk wilayah yang telah dinyatakan bebas dari penyebaran virus corona.
"Masih dijajaki kemungkinannya, terutama untuk daerah yang sudah dinyatakan aman dari Covid-19 oleh otoritas kesehatan," ujar Hamid kepada tribunnews.com, Sabtu (9/5/2020).
Namun, Peneliti sosiologi pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Anggi Afriansyah berpendapat, membuka sekolah sangat berisiko. Dibukanya sekolah tanpa memperhitungkan berbagai risiko justru akan menambah kluster baru penyebaran Covid-19.
Dia menyarankan agar pemerintah bersabar. Memundurkan waktu pembukaan sekolah dan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh lebih baik.
"Risiko terpapar anak tinggi, terutama bagi mereka yang harus menggunakan transportasi publik. Kondisinya berbeda dengan anak-anak keluarga menengah atas yang menggunakan transportasi pribadi yang relatif lebih aman. Apabila ada kasus, anak dari kelompok itu lebih mudah dilacak asal penyebab," ujar dia.[]
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
Ada 1 Komentar untuk Berita Ini
-
Ria 16 Mei 2020, 11:45:24 WIB
Sebaiknya masuk aja tatap muka. Lebih efektif jika tatap muka. Krn siswa baru harus bertemu langsung dengan gurunya. Ikuti protokol kesehatan aja. Siswa dan guru wajib pakai masker. Jam belajar dikurangi selama pandemi. Bisa ditambah bawa tugas ke rumah. Siswa langsung menerima tugasnya dari gurunya, tdk online lagi. Mksh semoga bermanfaat































