- Penerbangan Umrah Dibuka Kembali Per 1 November
- Mulai Hari Ini, Sebagian Peserta BPJS Kesehatan Harus Registrasi Ulang
- Ditutup Akhir November, Ini Cara Daftar BLT BPUM UMKM dan Mengecek Statusnya
- Sekarang ke Mana Pun Pergi, Saya Dipanggil Jokowi
- Kadis PUPR Akan Dipanggil Oleh Komisi II DPRD Kab. Seram Bagian Barat
- Perpres Supervisi Diteken Jokowi, Saatnya KPK Unjuk Gigi
- Ridwan Kamil Sebut 100 Orang Reaktif Usai jalani Rapid Tes Acak
- Buruh Desak UMP Jabar Naik 8%, Kadisnakertrans: Apa Dasarnya?
- Membela Anak dan Istrinya Dihina, Ketua RT Tewas Ditikam YL
- Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami, Lewat Aplikasi Grab
- Aktor James Bond Sean Connery Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
- 2 Mobil Saling Tabrak di Jl Alternatif Cibubur
- 78 Wisatawan di Jabar Reaktif, Paling Banyak Ditemukan di Bogor
- Polisi di Sukabumi, Bangun Rumah Warga yang Tinggal di Bekas Kandang Domba
- Dua Orang di Geopark Ciletuh Reaktif, Ratusan Wisatawan Situ Gede Rapid Test
Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan

KARAWANG - Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo akhirnya datang ke Karawang, Jabar di rumah salah satu tokoh masyarakat Karawang, Daday Hudaya di kawasan Galuh Mas, Telukjambe. Gatot sebelumnya batal menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Rengasdengklok pada Rabu (30/9/2020) pagi. Deklarasi dibubarkan kepolisian dengan alasan ada penolakan warga dan rawan penyebaran COVID-19.
Sementara di hadapan puluhan orang anggota KAMI yang datang di rumah Daday Hudaya, Gatot mengatakan bahwa organisasi KAMI merupakan organisasi moral dan bukan organisasi partai politik. Oleh karena itu KAMI bukan langkah politik dirinya untuk maju menjadi calon presiden 2024. "Saya yakinkan KAMI tidak akan menjadi partai politik. Kalau menjadi partai politik, maka Saya, Mukorudin, Samsudin dan lainnya akan keluar," tegas mantan Panglima TNI itu, Rabu (30/9/2020) malam.
Menurut Gatot, organisasi yang baru 2 bulan berdiri ini berkembang pesat karena mendapat respons positif dari masyarakat. "KAMI baru dua bulan sudah seperti ini melalui gerakan moral. Kalau sampai jadi partai itu membohongi masyarakat," katanya.
Baca Lainnya :
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-190
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-190
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 20200
- Ungkap Misteri CD Sering Hilang, Polres Cianjur-Polsek Ciranjang Lakukan Penyelidikan0
- Kejari Majalengka Tetapkan Mantan Dirut PDSMU sebagai Tersangka0
Sekali lagi Gatot mempertegas pernyataannya tidak akan mendirikan partai. KAMI merupakan oraganisasi jejaring. "Kalau ada yang mau bikin partai KAMI silahkan saja. Tapi kalau KAMI yang kami dirikan tidak akan," tandasnya.
"Saya yakinkan bahwa, saya dan Prof Wahab, Din Samsudin dan lainnya lagi tidak akan membuat partai. Orang lain mau buat partai KAMI, ya silahkan saja. Tapi KAMI yang dideklarasikan bersama sama ini tidak akan merubah menjadi partai, karena organisasi KAMI adalah organisasi jejaring," jelasnya.[]


































