- Polisi Tangkap Pelaku Pencoretan Musala `Saya Kafir` di Tangerang
- KPK Dalami Dugaan Proyek Selain RTH Bandung, Periksa Eks Pejabat Pemkot
- Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad Meninggal Dunia
- Proyek Cabut Red Notice Djoko Tjandra Dibanderol Rp10 Miliar
- Eks Sekretaris MA Nurhadi Segera Disidang
- Pejabat Positif Covid-19 Diminta Buka-bukaan
- Jabar Tawarkan 7 Proyek Siap Bangun, Genjot Investasi di Tengah Pandemi
- PN Bandung Batalkan Status Tersangka Notaris Senior di Bandung
- Warga Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Purwakarta Capai 56 Orang
- Operasi Gabungan Protokol Kesehatan Bakal Digelar di Jabar, Catat Tanggalnya
- Pemkot Bandung Akhirnya Cabut Buka Tutup Jalan Ottista, Pascademo Pedagang
- Operasi Yustisi Digencarkan, Kasus COVID-19 di Purwakarta Cenderung Naik
- Ruang Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh, Sehari 33 Pasien Terkonfirmasi COVID-19
- PSK Bawa Kabur Motor Pelanggannya, Habis Begituan Enggak Dibayar
- Kades Cikampek Timur Ditangkap Jaksa Kejari Karawang, Buron 9 Bulan
Jokowi Kembali Ingatkan Menterinya: Jangan Biasa-biasa Saja

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan para menteri tentang kondisi dunia saat ini yang tengah mengalami krisis. Terutama di bidang kesehatan dan ekonomi.
Dia meminta seluruh jajarannya untuk memiliki sense of crisis yang sama dan bekerja lebih keras lagi. Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas Rabu 8 Juli 2020.
"Pada kondisi krisis, kita harusnya kerja lebih keras lagi. Jangan kerja biasa-biasa saja. Kerja lebih keras dan kerja lebih cepat. Itu yang saya inginkan pada kondisi sekarang ini,” katanya mengutip keterangan tertulis dari Biro Pers Setpres, Rabu (8/7/2020).
Baca Lainnya :
- Kilang Minyak dan Uang Rp97 M Milik Honggo Wendratno Disita Kejagung0
- Mahfud Tegaskan TNI Akan Dilibatkan Tangani Terorisme, Kunjungi Kopassus0
- Pesan Ajaib Kapolri Kepada 750 Taruna TNI-Polri0
- Jumlah PDP COVID 19 di Majalengka Kembali Bertambah0
- Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI dari Serbia0
Dia minta agar sistem kerja dipercepat dari biasanya. Misalnya dalam membuat regulasi, yakni tidak bisa sama seperti sebelumnya.
“Membuat Permen (Peraturan Menteri) yang biasanya mungkin dua minggu ya sehari selesai, membuat PP (Peraturan Pemerintah) yang biasanya sebulan ya dua hari selesai, itu lho yang saya inginkan," tuturnya.
Selain itu Jokowi kembali mendorong jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa. Dia ingin agar ada terobosan dalam melaksanakan prosedur. Misalnya dengan menerapkan smart shortcut.
"Kita harus ganti channel dari ordinary pindah channel ke extraordinary. Dari cara-cara yang sebelumnya rumit, ganti channel ke cara-cara cepat dan cara-cara yang sederhana. Dari cara yang SOP (standar operasional prosedur) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut. Bagaimana caranya? Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lebih tahu dari saya, menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja," tuturnya.[]
































