- Ops Yustisi , Polsek Cisaat Bersama Tim Gabungan Jaring Puluhan Pelanggar Prokes
- Beras Bansos Bercampur Plastik Kembali Ditemukan di Purwakarta
- Polisi Pakai Heli untuk Bubarkan Massa Terancam Sanksi Berat
- Warga Korsel Tewas, Diduga Bunuh Diri di Apartemen Jakse
- Tiga Desa di Kuningan Alami Kekurangan Air Bersih
- Dua Hotel Disiapkan untuk Ruang Isolasi di Tasikmalaya
- Pemkab Cirebon Tiadakan Kegiatan Muludan
- Uu Minta Pimpinan Pesantren Terbuka Soal Kasus Covid-19
- Angka Kematian Covid-19 Tasikmalaya Tertinggi di Jabar
- 150 Ribu Pelaku UMKM di Bandung Dapat BLT
- KPK Catat 64 Persen Koruptor adalah Alumni Perguruan Tinggi
- PMII akan Gugat Gatot Nurmantyo
- Kebakaran Kejagung, Dua Staf Ahli Diperiksa
- 1,7 Juta Keluarga di Jabar Dapat Bantuan Beras Kemensos
- 34.959 Guru Honorer Segera Diangkat PPPK
Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak jengkel dengan kinerja para menteri dalam penanganan krisis pandemi COVID-19. Bahkan dia menyebut bisa saja membubarkan lembaga ataupun melakukan reshuffle jika memang diperlukan untuk penanganan COVID-19.
“Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” ujarnya dalam video pembukaan Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juni yang diunggah Biro Pers Setpres, Minggu (28/6/2020).
Baca Lainnya :
- PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Lagi 14 Hari ke Depan0
- 50% UMKM Berpotensi Gulung Tikar,Gara-Gara Corona0
- Ratusan Komisaris BUMN Masih Rangkap Jabatan, Ombudsman: Bikin Boros0
- Satpol PP Razia 42 PSK Online dan Pasangan Selingkuh Ngamar di Tangsel0
- Teten Sosialisasikan Program Restrukturisasi Pinjaman LPDB-KUMKM0
Dia mengatakan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi bisa mencapai -7,5%. Hal ini merupakan kondisi serius yang tidak bisa hanya ditangani secara biasa-biasa saja. Dimana setiap pejabat seharusnya memiliki rasa untuk segera mengatasi krisis.
“Perasaan ini harus sama. Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linier, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita,” tandasnya.
Jokowi melihat masih banyak jajarannya yang menganggap kondisi sekarang normal. Hal ini terlihat dari kinerja yang biasa-biasa saja.
“Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini Apa engga punya perasaan suasana ini krisis,” tuturnya.
Dia meminta agar setiap tindakan, keputusan maupun kebijakan didasarkan pada situasi krisis. Jangan hanya hal ini dianggap sebagai sebuah kenormalan biasa.
“Jangan kebijakan yang biasa-biasa aja. Menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?,” tegasnya.
Jokowi pun siap untuk melakukan hal-hal extraordinary jika itu dapat mempercepat penanganan krisis. “Sekali lagi, langkah-langkah extra ordinary ini betul-betul harus kita lakukan.
Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemrintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita untuk negara,” pungkasnya.[]































