- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Jokowi ke Menkes Terawan: Anggaran Rp75 Triliun Baru keluar 1,53% Coba

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung menyoroti kerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Dia menilai bahwa realisasi anggaran penanganan kesehatan masih jauh dari maksimal.
“Misalnya saya beri contoh, bidang kesehatan itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem di situ semua,” ujarnya dalam video pembukaan Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juni yang diunggah Biro Pers Setpres, Minggu (28/6/2020).
Baca Lainnya :
- Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle0
- PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Lagi 14 Hari ke Depan0
- 50% UMKM Berpotensi Gulung Tikar,Gara-Gara Corona0
- Ratusan Komisaris BUMN Masih Rangkap Jabatan, Ombudsman: Bikin Boros0
- Satpol PP Razia 42 PSK Online dan Pasangan Selingkuh Ngamar di Tangsel0
Dia meminta agar anggaran tersebut segera digunakan. Utamanya untuk membayar tunjangan para tenaga medis.
“Pembayaran tunjangan untuk dokter, untuk dokter spesialis, untuk tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp70-an triliun seperti ini,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Jokowi menilai tidak ada progres signifikan dalam penanganan COVID-19. “Saya harus ngomong apa adanya enggak ada progres yang signifikan. Enggak ada,” tegasnya’
Bahkan dia tak segan-segan melakukan reshuffle kabinet hingga pembubaran lembaga. “Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” pungkasnya.[]

































