- 10 Suara Tegas Pangdam Jaya, Soroti FPI Jangan Buat Aturan Sendiri
- Sekeluarga Ditangkap karena Edarkan Narkoba di Sumatera Utara
- KPK perpanjang penahanan tiga tersangka korupsi di PT DI
- Bandung Zona Oranye Covid, RS Disebut Terisi 80 Persen
- Haerudin Tegaskan Heteregonitas Pemahaman Butuh Pendekatan Dialog Bukan Represif
- Belajar Tatap Muka Januari 2021, Ridwan Kamil: Tantangannya di Perkotaan
- Pemotor Bawa Jenazah di Bogor, Ini Kata Polisi
- 2 Muda-Mudi Purwakarta Tewas Usai Pesta Miras
- Aparat Gabungan di Bandung Ikut Turunkan Baliho Habib Rizieq
- Jadi Tersangka, Kades Garut Bantah Perkosa Anak Eks Timses
- Resmi PSBM, Bupati Majalengka Tutup Tempat Wisata-Larang Kegiatan Banyak Massa
- Seorang Meninggal Corona, Pedagang Pasar di Pangandaran Ogah Test Swab
- Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol
- Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Baru Dibuka 2021
- Imigrasi Akui Sempat Hapus DPO Djoko Tjandra di Sistem
Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf

CIANJUR -Dua pria yang berfoto bugil di kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango dituntut minta maaf kepada masyarakat Kabupaten Cianjur. Mereka dinilai menistakan tempat yang sakral dan tidak sesuai dengan norma dan budaya di Tatar Santri.
Tokoh Cianjur, Luki Muharam mengatakan, jangankan berbuat tidak senonoh, menyebutkan kata-kata tidak pantas atau kasar pun tidak diperbolehkan saat berada di kawasan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango.
"Warga Cianjur percaya jika tempat itu sakral. Tapi sekarang malah ada pendaki yang berfoto bugil disana, sungguh tidak pantas," ujar Luki, Kamis (22/10/2020).
Baca Lainnya :
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan0
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat0
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP0
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung0
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona0
Menurutnya, perbuatan pendaki tersebut sudah melukai perasaan warga Cianjur dan menistakan tempat yang dianggap sakral. "Untuk warga Cianjur tentu sedih melihat ada yang berbuat seperti itu. Sangat tidak beritika dan tidak sopan. Kami anggap itu sudah merendahkan dan menistakan tempat yang sakral," ucap Luki.
Ia meminta kedua orang tersebut meminta maaf pada warga Cianjur. Namun tak cukup meminta maaf, pihak berwajib harus memproses hukum, sebagai efek jera.
"Silakan minta maaf, tapi proses hukum tetap berjalan," kata Luki.
Humas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Poppy Oktadiani mendesak dua pria itu menyampaikan permohonan maaf. "Kami tunggu itikad baiknya untuk meminta maaf secara terbuka. Untuk proses hukum kami koordinasikan dengan pihak kepolisian," kata Poppy.[]

































