- 10 Suara Tegas Pangdam Jaya, Soroti FPI Jangan Buat Aturan Sendiri
- Sekeluarga Ditangkap karena Edarkan Narkoba di Sumatera Utara
- KPK perpanjang penahanan tiga tersangka korupsi di PT DI
- Bandung Zona Oranye Covid, RS Disebut Terisi 80 Persen
- Haerudin Tegaskan Heteregonitas Pemahaman Butuh Pendekatan Dialog Bukan Represif
- Belajar Tatap Muka Januari 2021, Ridwan Kamil: Tantangannya di Perkotaan
- Pemotor Bawa Jenazah di Bogor, Ini Kata Polisi
- 2 Muda-Mudi Purwakarta Tewas Usai Pesta Miras
- Aparat Gabungan di Bandung Ikut Turunkan Baliho Habib Rizieq
- Jadi Tersangka, Kades Garut Bantah Perkosa Anak Eks Timses
- Resmi PSBM, Bupati Majalengka Tutup Tempat Wisata-Larang Kegiatan Banyak Massa
- Seorang Meninggal Corona, Pedagang Pasar di Pangandaran Ogah Test Swab
- Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol
- Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Baru Dibuka 2021
- Imigrasi Akui Sempat Hapus DPO Djoko Tjandra di Sistem
RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona

CIREBON -Sebanyak 39 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon, terkonfirmasi positif COVID-19. Imbasnya pelayanan rumah sakit diberhentikan sementara.
"Kami sudah melaporkan ke Pak Wali Kota. Dari hasil tracing di RSD Gunung Jati ada 39 nakes yang positif," kata Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon Ismail Jamaludin dalam siaran pers yang diterima, Kamis (22/10/2020).
Ismail mengatakan 39 nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu di antaranya, dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan dan petugas administrasi. Ismail tak menyebutkan secara rinci jumlah dokter dan perawat yang terpapar COVID-19.
Baca Lainnya :
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil0
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi0
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat0
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker0
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya0
Ismail menambahkan pihaknya masih menunggu hasil tracing sepenuhnya. Seratusan pegawai RSD Gunung Jati telah menjalani swab, terutama yang sempat kontak erat dengan nakes yang positif.
"Tracing masih berjalan. Ya belum selesai, masih berlanjut. Sampai saat ini sudah 150 orang yang tes swab," kata Ismail.
Ia menegaskan pelayanan rumah sakit diberhentikan sementara. Kebijakan tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan rumah sakit. "Hari ini tutup hingga 27 Oktober nanti. Pelayanan mulai dibuka kembali 28 Oktober," kata Ismail.
Lebih lanjut, Ismail menyebutkan pelayanan rumah sakit yang terpaksa ditutup sementara di antaranya IGD, laboratorium, radiologi diagnostik, dan semua pelayanan yang berasal dari luar ditutup.
"Untuk yang sudah berada di dalam (rumah sakit) tetap berjalan. Yang sudah menjalani perawatan, tetap kami layani," katanya.[]

































