- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Jokowi Ingin Militer Myanmar Berkomitmen Stop Kekerasan dan Bebaskan Tahanan Politik

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung situasi di Myanmar dalam pidatonya di ASEAN Leader's Meeting 2021. Jokowi menyatakan bahwa apa yang terjadi tidak dapat diterima dan tidak boleh terus berlangsung.
"Kekerasan harus dihentikan dan demokrasi stabilitas dan perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan. Kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi prioritas," kata Jokowi di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).
Selain itu, dalam pertemuan ini Jokowi juga menyampaikan pentingnya pimpinan militer Myanmar untuk memberikan komitmen penghentian penggunaan kekerasan. Di saat yang sama semua pihak harus menahan diri sehingga ketenangan dapat diredakan.
Baca Lainnya :
- Data Terbaru Corona 19 Maret: 308 Positif, 15 Sembuh, 25 Meninggal0
- Pemprov Jabar Buat Protokol Khusus Salat Jumat0
- Foto Ahok dicium 2 wanita Hasil Editan Bikin Viral0
- Stok Pangan di Kabupaten Sukabumi di Pastikan Aman0
- Pemkab Sukabumi Terus Perkuat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 0
"Permintaan komitmen kedua, proses dialog yang inklusif harus segera dimulai. Tahanan politik harus segera dibebaskan. Dan perlu dibentuk spesial envoy ASEAN yaitu Sekjen dan ketua ASEAN mendorong dialog dengan semua pihak di Myanmar," tambahnya.
Permintaan komitmen ketiga, pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN yang dikoordinir oleh Sekjen ASEAN bersama dengan AHA Center. "Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus tindaklanjutnkomitmen tersebut agar krisis di Myanmar segera diatasi," ungkapnya.
"Kita bersyukur apa yang disampaikan oleh Indonesia sejalan dengan apa yang disampaikan oleh para pemimpin ASEAN sehingga dapat dikatakan para pemimpin ASEAN telah mencapai konsensus. Sekjen ASEAN telah menyampaikan lima butir konsensus yang nanti akan disampaikan oleh ketua Atau sekjen ASEAN isi konsensus kurang lebih sama dengan pernyataan yang telah saya sebutkan tadi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Menlu Retno Marsudi, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung.[]



































