- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Jokowi Ajak Umat Jadikan Hijrah Nabi Muhammad Momen Berubah ke Kebiasaan Baru

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak umat muslim menjadikan momen hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah sebagai momentum untuk hijrah pada kebiasaan baru.
Jokowi mengatakan telah banyak perubahan dalam proses peribadatan umat muslim selama pandemi Covid-19. Ancaman Covid-19 utamanya varian delta telah memaksa untuk berubah dan banyak melakukan penyesuaian dalam berbagi kegiatan termasuk kegiatan keagamaan. "Itu merupakan ikhtiar kita seperti perintah hijrah nabi Muhammad. Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk hal-hal yang lebih besar. Kesadaran membangun hidup baru yang lebih baik," kata Jokowi dalam sambutan virtual, Senin (9/8/2021).
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah telah membuahkan hasil manis dalam penyebaran ajaran Islam. Buah manis itu dinikmati atas pengorbanan meninggalkan tanah Mekkah yang menjadi tempat lahir dan kampung halaman. "Dulu perjuangan Rasulullah dari Mekkah ke Madinah telah membuat Islam berkembang menyebar luas dan disegani di wilayah jazirah Arab. Dibutuhkan pengorbanan yang menghambat kemajuan diperlukan kebersamaan, keberanian dan solidaritas," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Sebelum Wafat, Ketua IAI Ahmad Djuhara Tak Kebagian Kamar di RSPI0
- Mama Amy Perkenalkan Sosok Kakak Raffi Ahmad yang Selama ini Dirahasiakan0
- Telkomsel: Akses ke 3 situs resmi informasi COVID-19 digratiskan0
- Mendikbud Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-190
- Ikatan Dokter Indonesia Ancam Mogok Tangani Pasien Corona0
Kemudian perbedaan latar belakang sosial dan budaya justru menjadi kekuatan. Seperti persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar dalam menyukseskan perjuangan dakwah Nabi Muhammad. "Itu merupakan uswah contoh. Kepatuhan umat Islam memakai masker, menjaga jarak dan membatasi mobilitas mencerminkan semangat hijrah dalam perilaku keseharian kita," bebernya.
Hijrah dari kebiasaan baru untuk menghindari virus Covid demi keselamatan dan kesehatan bersama di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Jokowi juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan ukuwah wathaniah dan basariah. "Mari kita kembangkan keberagaman, budaya moderasi, toleransi, inklusivitas. Mari kita sebarkan Islam Rahmatan Lil Al-Amin teladani akhlaq nabi mengajarkan kebersamaan dan meninggalkan kebencian," pungkasnya.[]































