- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Alasan Jokowi Pilih PPKM Mikro Dibanding Lockdown atau PSBB: Tak Matikan Ekonomi Rakyat

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui mendapatkan berbagai masukan terkait penanganan lonjakan kasus covid-19 yang tengah terjadi saat ini. Salah satunya adalah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau pun lockdown .
"Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan. Dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan. Baik pribadi, kelompok atau pun masyarakat. Termasuk usulan memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yg sangat pesat," katanya dalam konferensi persnya, Rabu (22/6/2021).
Dia mengatakan bahwa pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19. Di mana dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, sosial, politik di negara Indonesia. Termasuk juga pengalaman-pengalaman dari negara lain.
Baca Lainnya :
- Ditunda hingga 2021, Olimpiade 2020 Tak Berganti Nama0
- Jokowi Meminta Pangkas Rencana Belanja yang Tidak Prioritas di APBD0
- RSU Edelweiss di Kota Bandung dI Siapkan Menampung Pasien Virus Corona 0
- Menyulap Wisma Atlet Jadi RS Darurat Corona0
- Hasil Tes Virus Corona Pemain Persib Bandung Semua Negatif0
Dari kajian tersebut Jokowi menyebut bahwa pemerintah masih menilai PPKM merupakan kebijakan paling tepat.
"Dan pemerintah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas," katanya.
Jokowi mengatakan bahwa PPKM mikro masih sangat tepat diterapkan dalam kondisi saat ini. Pasalnya tidak mematikan ekonomi rakyat. "Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan Covid-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," katanya.[]































