- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi

PANGANDARAN--Penggunaan aplikasi PeduliLindungi mulai diterapkan di objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Namun, saat ini penggunaan aplikasi itu masih dalam tahap sosialisasi.
Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Suheryana mengatakan, sejak awal pekan ini seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) telah diminta untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi, termasuk di objek wisata. Berdasarkan Surat Edaran Bupati Pangandaran, setiap orang yang ingin masuk ke perkantoran, hotel, dan objek wisata, wajib melakukan skrinning melalui aplikasi PeduliLindungi.
Baca Lainnya :
- Diduga Mabuk 2 Wanita 1 Pria Cekcok Berujung di Polisikan di Kota Cirebon0
- Hasil Swab Turun, Sebagian Besar Negatif Covid 190
- Update Corona Kabupaten Garut 2 April 2020: 2 PDP Meninggal Dunia0
- PWI Peduli Masuk Desa Salurkan Bantuan Warga Terdampak Covid 190
- 104 Narapidana di Lapas Tasikmalaya Dapat Asimilasi0
"Walaupun mungkin di tahap awal ini masih proses uji coba dan sosialisasi, jadi belum sepenuhnya. Tapi sudah mulai berjalan awal bulan ini," kata dia, Jumat (15/10).
Suheryana menambahkan, pihaknya juga mulai melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di objek wisata. Dalam masa sosialisasi itu, ia menambahkan, kemungkinan akan ada satu-dua orang yang lolos. "Efektifnya mungkin dalam beberapa pekan ke depan. Karena kan perlu waktu untuk membiasakan," kata dia.
Sebelumnya, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, saat ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi mulai disosialisasikan di objek wisata. Dalam beberapa pekan ke depan, setiap objek wisata harus sudah menggunakan aplikasi itu untuk menjaring wisatawan yang datang."Ke depan wisatawan akan wajib pakai PeduliLindungi dan sudah divaksin," kata dia.
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran, Bangi, mengatakan, saat ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi baru efektif diberlakukan di beberapa tempat, seperti kantor sekretariat daerah (setda) dan rumah dinas bupati. Sementara tempat-tempat lainnya, masih dalam tahap uji coba. "Untuk tempat wisata misalnya, kan perlu dukungan dari stakeholder. Masih dalam tahap sosialisasi sekarang," kata dia.
Namun, ia menekankan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk skrinning pengunjung yang datang bersifat wajib. Ditargetkan, bulan depan seluruh tempat atau fasilitas umum di Kabupaten Pangandaran sudah efektif menggunakan aplikasi PeduliLindungi. "Kita kasih waktu satu bulan ini untuk sosialisasi. Itu akan berlaku di seluruh tempat wisata, termasuk perkantoran dan perbankan," kata dia.
Bangi menambahkan, apabila penggunaan aplikasi itu sudah efektif, Satpol PP tetap akan melakukan pengawasan di lapangan. Ia mencontohkan, di setiap objek wisata juga akan ditempatkan personel untuk memastikan setiap wisatawan yang masuk telah melakukan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.
Nantinya, setiap wisatawan yang masuk akan diketahui statusnya. Wisatawan yang belum divaksin, tidak diperbolehkan masuk ke objek wisata. "Aturan di Inmendagri juga jelas, yang boleh wisata yang sudah vaksin," kata dia.
Bangi mengatakan, saat ini proses skrining kepada wisatawan masih dilakukan secara manual. Artinya, petugas memeriksa sertifikat vaksinasi wisatawan secara acak. Tidak seluruh wisatawan dapat diperiksa.
Namun, menurut dia, rata-rata yang wisatawan diperiksa oleh petugas sudah memiliki sertifikat vaksinasi. "Mereka rata-rata sudah sadar, kalau mau berwisata itu harus sudah vaksinasi," kata dia.
Selain melakukan pemeriksaan di pintu masuk objek wisata, Bangi mengatakan, petugas di lapangan juga terus melakukan woro-woro, mengingatkan wisatawan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan begitu, diharapkan aktivitas pariwisata di Pangandaran tetap berjalan aman. "Sejauh ini, aktivitas wisata masih kondusif. Yang memantau juga bukan kita saja, ada dari polisi dan provinsi yang ikut mengawasi," kata dia.[]
<!--[if gte mso 9]><xml>






















