- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
China Melaporkan Nol Kasus Baru Covid-19, Untuk Pertama Kalinya

Cina,-- Untuk pertama kalinya, China melaporkan nol kasus baru Covid-19 yang berasal dari tranmisi lokal sejak wabah merebak di negara itu pada Desember 2019. Melansir dari SCMP, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, hal ini juga merupakan pertama kali Provinsi Hubei, tempat penyakit Covid-19 ditemukan, mencatat tidak ada kasus baru baik domestik maupun dari luar negeri. Secara nasional, terdapat 34 infeksi baru di mana seluruhnya berasal dari luar negeri.
Jumlah kematian di China turun menjadi satu digit, dengan angka8 kematian. Jumlah korban meninggal dunia di China total menjadi 3.245 orang. Otoritas Kesehatan China menyebutkan, 23 kasus dugaan baru telah dilaporkan, dengan jumlah total infeksi saat ini mencapai 80.928 kasus, dengan 70.420 pasien dinyatakan sembuh.
Pihak berwenang merilis angka infeksi harian di Hubei sejak 10 Januari 2020 dan data nasional sejak 20 Januari 2020. Sementara, di tempat lain, infeksi dari virus corona yang sekarang menjadi pandemi global terus meningkat.
Baca Lainnya :
- Bupati Sukabumi Perkuat Kesiapsiagaan dan Kordinasi Lintas Sektor0
- Pusat Informasi Covid-19 Kab.Sukabumi, Ini Yang Bisa Dihubungi0
- Istilah dan Perbedaan ODP, PDP, dan Suspect Virus Corona, Perlu diketahui Masyarakat 0
- Doni Monardo: Lurah Ikuti Kebijakan Pemerintah soal Corona, Jangan di Luar Rel0
- FK Unpad Ciptakan Aplikasi Pemeriksaan Mandiri Covid-190
Italia melaporkan 3.526 kasus baru dalam 1 malam; Jerman melaporkan 4.070 kasus baru; Spanyol 4.719 kasus baru, dan Amerika Serikat 1.875 kasus baru. Pada 18 Maret 2020, disebutkan bahwa China mungkin hanya butuh beberapa minggu lagi untuk perawatan pasien Covid-19 yang dalam kondisi parah. Hal ini bisa terjadi selama dapat menangkis potensi penyebaran oleh pembawa virus yang kembali ke negara tersebut.
Orang-orang tetap melanjutkan aktivitas di Beijing, China, pada Kamis (5/3/2020), di tengah wabah virus corona yang melanda negara tersebut.(Koki Kataoka/The Yomiuri Shimb) Dari 13 kasus baru yang terkonfirmasi di China, Rabu (18/3/2020), sebanyak 12 kasus merupakan kasus impor.
"Tantangannya adalah apakah China dapat memuat jumlah kasus impor, dan mereka akan menginfeksi lebih banyak orang atau menjadi kasus yang parah," kata Ketua Komite Penasihat Penyakit Menular di Hong Kong Medical Association Dr Leung Chi-chiu. Menurut Leung, jika ancaman tersebut teratasi, maka sebagian besar pasien Covid-19 akan keluar dari rumah sakit pada akhir bulan ini.
Hal menjadi kabar baik bagi rumah sakit China, terutama di Wuhan. Sejauh ini, jumlah kasus baru di daratan China terus menurun. "Mereka yang sakit parah akan tinggal jauh lebih lama di rumah sakit daripada mereka yang hanya memiliki gejala ringan. Dan karena itu, menjelang akhir epidemi di negara ini, kasus yang tersisa kemungkinan besar adalah mereka yang parah," ujar Leung.
"Persentasenya hanya akan naik karena China sekarang telah melewati masa puncak penyakit ini," lanjut dia. Dari 8.056 orang dalam kondisi parah yang saat ini dirawat di rumah sakit di China, sebanyak 2.622 di antaranya dirawat di Wuhan.
Jumlah kasus sakit parah turun secara signifikan dari 11.246 pada 18 Februari 2020. Namun, proporsi dari total telah meningkat sekitar 20 persen pada akhir bulan lalu.[]






















