- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan

BANDUNG - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 12 sekolah di Kota Bandung dihentikan untuk sementara waktu, menyusul temuan siswa dan guru positif COVID di sekolah tersebut lebih dari 5 persen.
Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, terdapat siswa dan guru pada 12 sekolah yang positif COVID-19 diatas 5 persen sehingga diminta untuk menghentikan pembelajaran tatap muka.
Baca Lainnya :
- Bocah yang Masuk Parit Bandung Ditemukan Tewas di Sungai Dekat Pabrik0
- RSHS Ungkap Isu Penumpukan Jenazah Positif Corona0
- Menyikapi Mahasiswa yang Iri Sama Penerima Bidikmisi0
- Dorong Percepatan Tangani Wabah Corona, DPRD KBB Bentuk Panja0
- Pengungsi Banjir Kabupaten Bandung akan Jalani Rapid Test0
Ema mengatakan 12 sekolah yang dihentikan aktivitas PTM terbatas yaitu SMK 5, SMP Pelita, SD Yas, SD Ibnu Taimiyah, SLB Sumber Sari, SMK Buana Karya, SMKN 6, SD Leuwipanjang, SD Pabaki, SD 262 Panyileukan, SD Cihampelas, SMA Pasundan dan SMA 2 Dago. "Sehingga jumlah ada 12 sekolah dihentikan sementara PTM terbatas," katanya.
Pihaknya mengacu kepada buku pedoman terkait tindakan terhadap siswa dan guru yang positif COVID-19 termasuk satgas dan puskesmas berjalan melakukan penanganan.
"Imbauan ke sekolah intinya kewaspadaan kunci kedisplinan jangan ada ruang sikap abai, kedua saling mengingatkan kunci paling utama sadar komitmen pribadi tidak ingin memaparkan dan terpapar," ucapnya.
Saat ini, proses surveilans atau tes PCR saat ini masih berlangsung sehingga potensi siswa dan guru yang terpapar COVID-19 diperkirakan dapat bertambah.
"Surveilans masih berjalan mungkin aja ada potensi penambahan. Aktivitas belajar tatap muka di sekolah yang diminta berhenti akan berlangsung selama 2 pekan," paparnya.[]






















