- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Gunakan Bilik Telepon Cara Baru Korea Selatan Tes Corona

KORSEL,-- Korea Selatan menjadi salah satu sorotan dunia karena berhasil mencegah meluasnya virus corona atau Covid-191 tanpa melakukan lockdown. Transparansi dan tes yang massif menjadi kuncinya. DI awal merebaknya wabah corona, Korea Selaran membuat drive thru untuk tes corona, sebuah metode tes corona yang cepat dan masyarakat tidak perlu keluar dari mobil untuk melakukan tes. Praktik tersebut telah diadopsi secara internasional.
Sebuah rumah sakit di Korea Selatan, RS H Yangji di Seoul, ternyata juga mempunyai metode unik untuk mengetes corona. Dilansir dari Korea Herald (18/3/2020), untuk melacak virus corona para staf medis menggunakan sebuah tempat bergaya bilik telepon. Rumah sakit tersebut dijuluki "Safe Assessment and Fast Evaluation Technical booths of Yangji hospital" atau disingkat SAFETY .
Bilik telepon itu terdiri atas 4 booth atau stand. Masing-masing hanya bisa diisi oleh satu pasien. Setiap pasien masuk ke dalam bilik untuk konsultasi cepat dengan tenaga medis menggunakan interkom. Jika perlu tenaga medis akan mengambil sampel para pasien dengan menyeka hidung dan tenggorokan.
Baca Lainnya :
- Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona 0
- PWI Peduli Galang Dana untuk Perangi Covid 190
- Artis Detri Warmanto Positif Virus Corona0
- Penanganan Covid-19 Dandim 0624 Wakili Pelaksana Gugus Tugas di RS Al Ihsan 0
- Bupati Bandung Jelaskan 3 Warganya Positif Corona0
Untuk melakukannya, tenaga medis dilindungi sarung tangan karet panjang yang terpasang di panel. Seluruh proses memakan waktu sekitar 7 menit saja. Saat proses selesai, stand itu kemudian didesinfeksi.
Bilik telepon SAFETY itu ukurannya lebih kecil daripada ruang tekanan negatif yang biasa digunakan untuk tes. Presiden rumah sakit, Kim Sang-il mengatakan bilik tersebut juga merupakan ruang yang jauh lebih aman untuk melakukan pengujian virus corona. Dia membandingkan bilik telepon SAFETY dengan ruang tekanan negatif.
Bilik ini hanya boleh diisi satu orang, sedangkan di ruang tekanan negatif bisa diisi beberapa orang.
Bilik telepon SAFETY merupakan alternatif tes virus corona bagi orang-orang yang tidak mengemudi mobil. Jadi ketika mereka tidak melakukan tes lewat metode drive thru, mereka bisa memilih SAFETY. Selain itu juga alternatif bagi anak-anak. Fasilitas ini terinspirasi dari lemari biosafety yang juga dikenal sebagai kotak sarung tangan isolasi. Pada lemari biosafety para pekerja laboratorium melakukan operasi melalui lengan karet sepanjang lengan.[]






















