- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan

INGGRIS -- Pemerintah Inggris memutuskan menerapkan kebijakan pembatasan akses total (lockdown) selama tiga pekan untuk melawan penyebaran virus corona.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, memerintahkan supaya para penduduk untuk sementara tidak bepergian jika tidak ada urusan mendesak dan melarang penduduk berkumpul lebih dari dua orang.
"Tinggal di rumah. Mulai (Senin) malam ini saya harus memberikan penduduk Inggris perintah yang sangat sederhana, kalian harus tetap tinggal di rumah," kata Johnson dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, seperti dilansir AFP, Selasa (24/3).
Baca Lainnya :
- WHO: Lockdown Saja tak Cukup untuk Kalahkan Virus Corona0
- Gunakan Bilik Telepon Cara Baru Korea Selatan Tes Corona0
- Cara Singapura menjadikan Nol Korban Jiwa Covid-190
- China Melaporkan Nol Kasus Baru Covid-19, Untuk Pertama Kalinya0
- Pendatang dari delapan negara dilarang masuk0
Kebijakan itu diterapkan karena pemerintah Inggris geram karena penduduk setempat seolah mengabaikan anjuran untuk menjaga jarak (social distancing) dan tidak bepergian untuk menekan angka penularan virus mematikan tersebut.
Pada akhir pekan lalu sebagian penduduk Inggris masih bepergian dan bersantai di ruang terbuka seperti taman dan lainnya, karena saat ini adalah musim semi.
"Karena hal yang paling penting saat ini adalah kita harus menghentikan penularan wabah ini," kata Johnson.
Johnson mengatakan selama pemberlakuan lockdown masyarakat masih dibolehkan bepergian untuk belanja, berobat, olahraga serta bekerja. Namun, pemerintah memerintahkan seluruh pertokoan sampai perpustakaan sementara ditutup, termasuk tempat ibadah.
Pemerintah Inggris juga melarang penyelenggaraan resepsi pernikahan, upacara pembaptisan sampai pemakaman. Namun, mereka tetap membuka taman.
"Jika kalian tidak menaati aturan maka polisi akan bertindak, termasuk melakukan hukuman denda dan membubarkan perkumpulan," ujar Johnson.
Johnson mengatakan virus corona adalah ancaman besar bagi Inggris selama beberapa dasawarsa. Dia mengingatkan penularan terus terjadi dan jumlah pasien bertambah, maka Badan Kesehatan Nasional (NHS) tidak bakal sanggup lagi menangani.
"Saya mendesak kepada kalian karena situasi darurat nasional untuk tetap berada di rumah, lindungi NHS dan selamatkan nyawa," ujar Johnson.
Johnson mengatakan akan melakukan evaluasi kebijakan tersebut setelah tiga pekan. Jika terbukti efektif menekan jumlah kasus infeksi baru, maka pemerintah akan memberi sedikit kelonggaran.
"Namun saat ini tidak ada pilihan yang mudah. Jalan ke depan sangat berat dan saat ini masih ada nyawa yang belum berhasil kami selamatkan," ujar Johnson.
Johnson pernah berjanji akan memerangi wabah corona dalam 12 pekan. Pemerintah setempat sudah menutup sekolah hingga kelab malam.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini ada 5.687 kasus infeksi virus corona di Inggris, dengan 281 korban meninggal.
Sedangkan dari data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus virus corona di Inggris mencapai 6.726, dengan 335 orang meninggal dan 140 orang sembuh. []






















