- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Viral di Medsos Petugas Pengantar Jenazah PDP Corona Pakai Jas Hujan di Tasikmalaya

TASIKMALAYA--Tiga petugas pengantar jasad Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona di Tasikmalaya mengenakan jas hujan sebagai Alat Pelindung Diri (APD). Foto ketiga petugas itu
Peristiwa ini viral di media sosial dan pesan berantai setelah petugas ambulance Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yang antar jasad PDP Corona ke Cirebon, beberapa waktu lalu.
Dalam foto yang beredar, terlihat tiga orang petugas ambulance menggunakan alat pelindung diri dari jas hujan plastik berwarna hijau. Ketiganya juga terlihat mengenakan masker N95 saat mengangkat peti jenazah masuk ambulance.
Baca Lainnya :
- Ajudan Bupati Karawang dan Kadis BKPSDM Juga Positif Corona0
- Dosen FISIP UI Berstatus PDP Meninggal Dunia, UI Tunggu Hasil Lab0
- Bupati Karawang Cellica Positif Corona0
- Satu PDP Corona di Tasikmalaya Meninggal Dunia0
- Yana Positif Corona, Oded Minta Wartawan Tes Covid-190
"Ada lagi nih, petugas pakai jas hujan tanpa apd standar" ucap Robby, warga Tasikmalaya, Selasa (24/03/2020).
RSUD SMC membenarkan tiga petugas ambulance menggunakan APD dari jas hujan plastik. Peristiwa ini terjadi di luar ruang isolasi saat mengantar jasad PDP Corona yang wafat di ruang isolasi.
Pihak Rumah sakit pastikan jasad PDP Corona ini steril. Jenazah pasien yang sempat tunjukkan gejala batuk, sesak nafas dan flu ini sudah disemprot cairan disinfektan, dibungkus kantung mayat dan plastik, serta di masukkan peti mati dibalut plastik tebal.
"Jenazah PDP ini steril sudah di semprot desinfektan, dimasukkan kantung mayat, dibungkus plastik semprot lagi, masuk peti jenazah semprot lagi dan dibungkus plastik semprot lagi.," ujar Iman Firmansyah, Direktur RSUD SMC Tasikmalaya di kantornya.
Selain itu, sumah sakit juga akui kehabisan alat pelindung diri (APD) standar Internasional. Stoknya sangat terbatas hanya digunakan oleh petugas medis di ruang isolasi.
"Kita jujur aja habis APD standar Internasional kalau pun ada hanya untuk petugas medis di dalam ruang isolasi" tambah Iman.
Dalam foto yang juga viral, terlihat peti mati bertuliskan disegel agar tidak dibuka keluarga. Proses pemakaman dihadiri petugas kepolisian, TNI dan keluarga pasien. Belum dipastikan, pasien laki laki yang baru pulang dari Jakarta sepekan lalu ini, positif Corona atau tidak.[]
































