- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar

Jakarta, -- Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Adamas Belva Syah Devara mengklaim bahwa puluhan influencer yang diundang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona tak dibayar dalam rangka melakukan sosialisasi penanganan wabah Virus Corona (Covid-19).
Dia menyatakan para influencer itu berstatus sebagai relawan dalam melakukan tugas tersebut.
"Kemarin influencer udah masuk ke BNPB dan ini banyak yang enggak tahu bahwa itu gratis ya. Jadi mereka itu relawan, tak dibayar," kata Belva saat melakukan konferensi pers melalui kanal Youtube milik BNPB, Senin (23/3)
Baca Lainnya :
- Satu Orang Warga Cimahi Positif Terjangkit Virus Corona0
- Agar Terhindar Penyebaran Covid-19 Anggota PWI Diminta Patuhi Protokol Kesehatan0
- Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Purwokerto0
- Warga Sumedang Satu Orang Terpapar Positif Virus Covid-19 Masyarakat di Harap Tenang.0
- Demi RS Korona, Henry Husada Berikan Hotel Termegahnya.0
Para influencer itu, lanjutnya, diberikan edukasi terlebih dulu terkait sosialisasi Virus Corona di BNPB. Hal itu bertujuan agar mereka tak menyebarkan berita bohong atau hoaks kepada para pengikutnya di sosial media atau followers saat melakukan sosialisasi.
"Makanya diedukasi dulu sehingga followers-nya jadi tahu, jadi mengerti, karena mereka punya target segmen yang berbeda-beda," kata dia.
Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona mengumpulkan 20 influencer untuk membahas soal penanganan virus corona pada Jumat (20/3) lalu.
Setop Hang Out
Selain itu, Belva meminta agar generasi milenial Indonesia bisa berperan meminimalisasi penyebaran virus corona dengan cara melakukan social distancing. Ia menilai saat ini masih banyak anak muda yang 'ngeyel' dan tak mempercayai mengenai penyebaran virus tersebut.
"Setop dulu hang out, setop dulu sosialisasi tak penting, di rumah saja dulu. Karena generasi milenial ini generasi penular terbesar," kata Belva.
Tak hanya itu, Belva turut meminta agar generasi milenial untuk memerangi berita bohong atau hoaks ditengah penyebaran Virus Corona. Ia meminta agar masyarakat, terutama generasi milenial tak menyebarkan kabar hoaks di media sosial
"Kalau ada info yang baik sebarkan. Kalau ada info yang enggak terpercaya setop di Anda. Kalau info enggak jelas, setop share di grup," kata dia.[]
































