- 1 Tewas dan 2 Buruh Luka Berat, Mesin Pemanas Uap di PT HJ Busana Meledak
- Jabar Hapus Denda dan Beri Diskon Pajak Kendaraan Bermotor
- Ridwan Kamil Sambut Baik Hibah 121 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab
- Anggota Ormas Bentrok 2 Orang Ditusuk, Darah Tertumpah di Jalanan
- Rumah Makan Kari Am di Jalan Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi Ludes Terbakar
- KPK Diminta Ungkap Inisial HK di Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat
- Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Mikro, BOR Rumah Sakit COVID-19 Jabar Turun Drastis
- Maki Desak Dipindah ke Lapas Wanita, Pinangki Masih Ditahan di Kejagung
- Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan
- Mances Pelaku Permerkosa Gadis 15 Tahun Ditangkap Polisi Setelah Satu Tahun Kabur
- Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang
- Dirut dan Komut PT ASA Ditetapkan sebagai Tersangka,Timbun Obat Covid-19
- Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Akhirnya Diterima di Gelombang II Tahun 2022
- Diduga Selingkuhan Suaminya, Wanita di Makassar Tikam Mahasiswi
- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
Demi RS Korona, Henry Husada Berikan Hotel Termegahnya.
Henry Husada, pemilik Grand Serela Hotel sekaligus pemilik 15 hotel di bawah Kagum Grup. Ia merelakan Grand Serela menjadi RS Korona.

Keterangan Gambar : Henry Husada, merelakan Grand Serela miliknya menjadi RS Korona.
Pemilik Kagum Grup, Henry Husada mendukung penuh upaya pemerintah
Jawa Barat dalam menangani pandemi corona (Covid-19). Untuk itu ia
memutuskan untuk memberikan salah satu hotel termegah di Kota Bandung
sebagai rumah sakit rujukan tambahan.
“Bagaimana pun kita
semua,sebagai pemilik hotel harus bahu-membahu membantu mencegah
penyebaran virus corona. Kalau saya, prinsipnya bukan lagi memikirkan
untung dan rugi. Ini sudah persoalan kemanusiaan, Kagum Grup ingin
bergerak cepat melawan Covid-19,” kata Henry Husada kepada
Jalajahnusae.com,Minggu malam (22/3/2020).
Dikemukakan Henry,
sejak merebak wabah Covid-19 dirinya langsung melapor kepada Gubernur
Jawa Barat (Ridwan Kamil) untuk bersama-sama dengan Dinas Kesehatan
(Dinkes) Jawa Barat melakukan survey.
“Saya laporkan permintaan
itu dua hari lalu. Ternyata tadi pagi sudah di survey dan angkanya
sangat memuaskan dan layak untuk dijadikan rumah sakit korona,”
jelasnya.
Henry pun menjelaskan dari hasil survey yang dilakukan
Dinkes Jawa Barat Grand Serela Hotel bisa dirujuk menjadi RS Korona
dengan nilai 98,8 persen.
“Kami, hari-hari kedepan akan terus
melakukan komunikasi agar secepatnya hotel ini bisa beralih fungsi
sebagai RS Korona. Setelah Dinkes siap mengirimkan alat-alat, dokter dan
yang lainnya, kami akan kosongkan hotel ini,” lanjut Henry.
Menurut
Henry, setelah beralih fungsi menjadi RS Korona, manajemen akan
mengatur seluruh karyawan hotel. Mereka akan dipindahkan ke unit grup
lainnya.
Masih ada 15 hotel dibawah manajemen Kagum Grup yang memungkinkan untuk menampung karyawan dari Grand Serela Hegarmanah.
Grand Serela Hotel sendiri memiliki 99 kamar dengan bangunan yang megah dan berada di lokasi yang sangat strategis.
Tidak
berhenti disini, Henry Husada dalam waktu dekat juga akan meluncurkan
program Kagum Peduli yang harapannya dapat menggerakkan hati seluruh
elemen masyarakat.
Termasuk sesama pengusaha untuk bisa membantu mengatasi wabah yang berlangsung sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Intinya
bukan waktunya memikirkan kepentingan individu tapi bagaimana bergotong
royong membantu memerangi corona. Saya berikan hotel termegah ini untuk
menyelamatkan semua orang,” tutup Henry
Sementara itu Ketua
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman
Muchtar mengapresiasi sekaligus terharu oleh tindakan kemanusiaan Hendri
Husada.
“Kami bangga, ada rekan yang bergerak di industri
perhotelan kepedulian sosialnya sangat tinggi seperti ini. Mudah-mudahan
ada yang lain, mempunyai semangat yang sama. Kita harus mendukung penuh
langkah-langkah menghentikan penyebaran virus corona ini,” (red)

































