- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Satu Warga Sumba Timur Tewas Dibunuh, Tiga Orang Luka Berat dan Ringan

SUMBA TIMUR - Warga Dusun Paboting, Desa Lai Hau, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, gempar pasca warga tewas akibat luka ditusuk parang. Tiga korban lainnya juga alami luka berat. Hingga kini aparat masih lakukan olah TKP dan melakukan pencarian pelaku.
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono yag dihubungi media ini, Jumat (30/7/2021) malam lalu menyatakan peristiwa itu diketahui terjadi sekira pukul 18 : 00 WITA lalu. Peristiwa itu diketahui parat berdasarkan laporan warga yang menyatakan telah menemukan seorang mayat lelaki atas nama Iwan Petrus Bili (50) , di desa Laihau, Kecamatan Lewa Tidahu. Ditegaskan Handrio informasi yang diperoleh juga masih merupakan informasi awal karena petugas masih terus melakukan penelusuran lebih jauh selain dari melakukan olah TKP.
Aparat yang segera meluncur ke TKP yang berjarak sekira 70 kilometer dari kota Waingapu, dan sekira 20 Kilometer dari Polsek Lewa berhasil menggali informasi dari Paulina Ina (60), yang kemudian menjadi seorang saksi korban awal peristiwa pilu itu.
Baca Lainnya :
- Sterilisasi Perbatasan, Standar Operasional Akan Dijalankan Pemkab Sukabumi0
- Disdik Kota Bandung Soal Perpanjangan Masa Belajar di Rumah0
- Perbedaan Batuk karena Gejala Terinfeksi Virus Corona dan Batuk Biasa 0
- Robert Albert Izinkan Legiun Asing Pulang Kampung0
- Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh0
“Disebutkan Paulina, ke empat korban sementara duduk dekat perapian di depan rumah korban, sementara terduga pelaku, yang hingga kini belum diketahui identitas jelasnya itu, disebutkan Paulina masih kerabat para korban sedang duduk di bale – bale rumah,” jelas Handrio.
Ke empat korban lagi menghangatkan badan depan perapian, demikina lanjut Handrio, pelaku tiba – tiba turun dari bale – bale dan menghampiri ke-4 korban dan ingin mematikan perapian yang dipakai untuk menghangatkan badan.
“Saksi korban Paulina Ina Langsung menegur pelaku agar jangan mematikan perapian itu yang sementara di gunakan sebagai penghangat badan. Pelaku langsung tersinggung dan marah lalu langsung mengayunkan parang dan menikam ke - 4 korban hingga mengakibatkan satu orang korban meninggal, dua korban luka berat dan satu luka ringan
Adapun selain satu korban meninggal dunia, satu korban lainnya masih anak - anak. Kapolres Sumba Timur menguraikan, selain Iwan Petrus Bili yang meninggal dunia, korban lainnya yakni Oktavina Bili (40) yang alami dua luka tusukan di perut kiri tangan kiri. Juga Paulina Ina (60) alami luka tusukan di perut kiri dan Junatri Saputri, berusia satu tahun, yang alami luka di kaki kanan.
“Setelah melakukan penganiayaan berat terhadap ke empat Korban. Pelaku langsung melarikan diri ke arah belakang rumah korban. Saat ini anggota Polsek Lewa Melakukan pencarian terhadap pelaku dengan dibantu oleh beberapa masyarakat sekitar. Tiga korban telah dibbawa ke Puskesmas terdekat untuk jalani perawatan sementara korban meninggal masih berada di TKP menunggu Tim identifikasi dari Polres Sumba Timur,” urai Handrio.
Ketika kembali dikonfirmasi tenntang identitas terduga pelaku, Handrio menegaskan maish belum diketahui, karena para korban masih jalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.[]
































