- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh

Hingga Jumat 27 Maret 2020, jumlah pasien positif virus corona yang telah berhasil sembuh di Indonesia mencapai 46 orang.Angka kasus sembuh ini didapat setelah mengalami penambahan dari data sebelumnya, yakni sebanyak 11 orang.
Pelan tapi pasti, satu per satu pasien positif virus corona di Indonesia berlangsung sembuh.Pasalnya, penyakit COVID-19 dapat sembuh dengan sendirinya karena tubuh manusia menciptakan imunitas sendiri ketika virus menyerang.
Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan dari Juru Bicara Penanganan Virus Corona di Indonesia, Achmad Yurianto, dalam jumpa pers di Media Center Gugus Tugas COVID-19, Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2020.
Baca Lainnya :
- Turut Mencegah Covid19, PWI Peduli Distribusikan Bantuan0
- Firli Bahuri: Kasus Korupsi 46 Orang Harus Selesai 0
- Ridwan Kamil Minta Kapolda Bantu Telusuri 4 Klaster Penyebaran Covid-19 di Jabar0
- 3 Direktur TVRI Dinonaktifkan Dewan Pengawas 0
- Gunung Merapi kembali Meletus dan Mengeluarkan Awan Panas0
"Sekarang ini banyak kasus yang sudah bisa sembuh karena memang ini adalah penyakit karena virus, yang pada umumnya bisa sembuh sendiri. Self-limiting disease," ujar Yuri.
Sementara itu, Achmad Yurianto kembali memberikan sejumlah saran agar masyarakat Indonesia dapat ikut menekan penyebaran virus corona sehingga tak lebih meluas. "Mari bersama-sama jaga jarak, di dalam berkomunikasi jaga jarak secara fisik. Ambil jarak aman dua meter, ini menjadi penting.
"Bukan hanya di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah," ujar Yuri.Ia mengatakan, hal tersebut juga dapat menjadi sesuatu yang penting. Sebab bila terdapat satu orang keluarga yang tidak disiplin dengan sering keluar rumah, bisa jadi menularkan COVID-19.
"Isolasi diri di rumah, itu menjadi penting. Bukan berarti berada di rumah mengabaikan jarak. Tetap harus menjaga jarak," tambah Yuri. Menurutnya, dalam membersihkan kedua tangan agar terhindar dari virus corona jangan mencari sesuatu yang sulit seperti hand sanitizer.
Sebab telah dibuktikan secara ilmiah bahwa melalui deterjen atau sabun dapat membuat virus sangat rentan hilang."Tidak ada alasan tidak punya hand sanitizer kemudian tidak mencuci tangan. Cuci tanganlah pakai sabun, setiap hari pasti ada dan tidak sulit mencari sabun. Ini menjadi penting," ujar Yuri.
Ditambah, seseorang dapat melakukan pemantauan diri atau konsultasi diri melalui media yang dapat diakses bahkan cukup interaktif.Di antaranya seperti 119, Halodoc, Gojek, dan sebagainya.Selama berdiam diri di rumah, bukan berarti menjadi tak produktif. Sebab menurut Achmad Yurianto, semua dapat tetap dilakukan dengan cenderung lancar.
"Saya ingatkan kembali, mari kita jaga jarak lebih dari 2 meter. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir."Kemudian produktif di rumah, bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah.
"Mudah-mudahan upaya keras yang kita laksanakan, sinergi bersama pemerintah, masyarakat, dengan siapapun, bisa menanggulangi permasalahan penyebaran penyakit covid-19," ujar Yuri.
Di samping itu, angka kasus sembuh kumulatif sebanyak 46 orang hari ini, ikut menambah daftar orang-orang yang sembuh dari corona di dunia, yang hingga kini berada di angka 123.268 orang, menurut data John Hopskin University. "Kita yakin, optimis kita mampu," tutup Yuri.[]






















