- Bupati dan Wabup Bandung Retak, Sahrul Gunawan: Saya Tak Pernah Dilibatkan
- Anthony Ginting Ogah Sesumbar Meski Unggul Rekor Pertemuan dari Anders Antonsen
- BOR Rumah Sakit di KBB Terus Turun dan Angka Kesembuhan Naik
- Kantor Desa Girimukti di KBB Dirusak Orang
- Ahsan/Hendra Gagal ke Final Usai Dihentikan Ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin
- Kota Sukabumi Sudah Bebas Dari Zona Merah Covid-19
- Rapat Paripurna DPRD, Bupati `RPJMD Penjabaran Visi, Misi Dan Program Kepala Daerah`
- Mengapa Dibacakan Surat Yasin Saat Sakaratul Maut?
- Saling Sindir di Medsos, Hubungan Sahrul Gunawan dengan Bupati Terancam Retak
- KPK Periksa Anggota DPRD Jabar terkait Suap Proyek di Indramayu
- Tersangka Kasus Korupsi Bansos di Bandung Barat Segera Disidang
- KSAL Pimpin Sertijab 6 Jabatan Strategis TNI AL
- 4 Karyawan Apotek Diciduk Jual Obat Anti Covid-19 dengan Harga Tinggi
- Inggris Kirim Ratusan Ribu Vaksin AstraZeneca ke Indonesia
- Polres Depok Periksa Ketua RW 05 Beji, Soal Dana Bansos Dipotong Rp50 Ribu
Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Purwokerto

BANDUNG,--- Polisi menghentikan sebuah acara hajatan warga yang sedang berlangsung di Gang IV Overste Isdiman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2920). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ( Covid-19) akibat kerumunan massa.
Selain warga lokal, acara tersebut juga dihadiri ratusan orang dari Wonogiri yang datang menggunakan empat bus.
"Tadi ada laporan dari warga, ada hajatan dihadiri rombongan empat bus, jumlahnya sekitar 200 orang. Kami datangi, komunikasi dengan pihak keluarga memberikan edukasi," kata Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020).
Baca Lainnya :
- Warga Sumedang Satu Orang Terpapar Positif Virus Covid-19 Masyarakat di Harap Tenang.0
- Demi RS Korona, Henry Husada Berikan Hotel Termegahnya.0
- IDI Sebut Satu dari Enam Dokter Tewas Bukan Akibat Covid-190
- Kondisi Budi Karya Membaik, Sepekan Dirawat Akibat Corona0
- Indonesia Terancam Krisis Kalau Serius Mau Lockdown0
Selanjutnya, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) langsung melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi. Para tamu juga diperiksa kesehatannya oleh petugas dari puskesmas.
"Kami tutup jalan, kami lakukan penyemprotan, tamu-tamunya kami semprot, busnya juga kami semprot, semua barang disemprot. Setelah keluar, tamu diperiksa suhu badannya, alhamdulillah sehat semua," ujar Whisnu.
Whisnu mengatakan, rombongan dari Wonogiri yang menggunakan bus langsung diminta pulang dengan pengawalan polisi. Bus yang membawa rombongan diharapkan tidak berhenti hingga tiba di tujuan.
"(Acara) langsung berhenti, dengan seperti itu langsung berhenti, begitu kami datang langsung berhenti. Katanya ngunduh mantu, tidak ada permintaan izin ke kami, kalau ada permintaan izin pasti tidak kami berikan," kata Whisnu.
Sementata itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengapresiasi langkah yang diambil polisi. Tindakan tersebut diharapkan dapat memberilan efek jera kepada masyarakat yang menggelar kegiatan dengan mendatangkan banyak orang.
"Saya sangat mendukung tindakan Pak Kapolresta. Dan untuk dasar hukum yang akan datang saya juga akan buat surat edaran kepada suluruh warga untuk tidak membuat kerumunan massa pada waktu kondangan hajatan. Kalau itu terjadi maka akan diperlakukan seperti itu," jelas Husein.[]

































