- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Anthony Ginting Ogah Sesumbar Meski Unggul Rekor Pertemuan dari Anders Antonsen

TOKYO - Kontingen bulu tangkis Indonesia harus berjuang lebih keras jika ingin meneruskan tradisi meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 . Pasalnya, kini hanya tersisa tiga wakil dari tiga nomor berbeda.
Sebanyak empat wakil Merah Putih yang sejatinya masuk unggulan di cabor ini sudah gugur. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra).
Lalu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), serta Jonatan Christie (tunggal putra). Mereka semua tumbang meski sebenarnya lebih diunggulkan.
Baca Lainnya :
- Disdik Kota Bandung Soal Perpanjangan Masa Belajar di Rumah0
- Perbedaan Batuk karena Gejala Terinfeksi Virus Corona dan Batuk Biasa 0
- Robert Albert Izinkan Legiun Asing Pulang Kampung0
- Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh0
- Turut Mencegah Covid19, PWI Peduli Distribusikan Bantuan0
Kini yang tersisa tinggal Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) yang sudah sampai perempat final, serta Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan (ganda putra) dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri) di semifinal.
Banyaknya wakil Indonesia yang kandas disadari Ginting. Karena itu dia tak mau sesumbar meski unggul head to head dari utusan Denmark Anders Antonsen di laga selanjutnya.
Keduanya akan saling berhadapan pada babak perempat final Olimpiade Tokyo 2020 pada Sabtu (31/7/2021). Ginting hanya berharap bisa tampil lebih baik lagi dari laga sebelumnya.
Ginting mampu melaju ke partai perempat final usai bermain apik di babak 16 besar melawan wakil tuan rumah Kanta Tsuneyama. Dia berhasil menang dengan straight game 21-18 dan 21-14.
Namun, disisi lain, Antonsens juga meraih kemenangan meyakinkan dari wakil Britania Raya, Toby Penty di fase yang sama, dengan straight game 21-13 dan 21-13.
Ginting memiliki rekor baik melawan Antonsens selama tiga kali pertemuan mereka. Pemain kelahiran Cimahi ini membuka kemenangan pertama saat berjumpa di 16 besar Malaysia Masters 2018. Saat itu dia menang 21-14 dan 21-14.
Pertemuan berikutnya terjadi satu tahun kemudian yakni China Open 2019 yang saat itu Ginting menang rubber game 18-21, 21-5, dan 21-4. Setelah itu pertemuan terakhir pada Januari 2020 di partai puncak Indonesia Masters dengan kemenangan 17-21, 21-5, dan 21-9.
Meski selalu menang, Ginting tak mau menjadikan itu sebagai patokan di laga berikutnya. Dia melihat perkembangan Antonsen semakin baik dan tentu mengalami perubahan yang meski diwaspadai.
"Saya memang unggul head to head 3-0 tapi saya tetap harus waspada dengan permainan dia, apalagi kami sudah lama tidak bertemu pasti akan ada perubahan," kata Ginting dikutip dari rilis PBSI yang diterima.
Ginting pun memiliki jeda satu hari sebelum partai tersebut terselenggara. Ia memanfaatkan hal itu untuk istirahat sekaligus mempelajari permainan Antonsen.
"Ada jeda satu hari akan saya gunakan untuk recovery sambil mempelajari permainan Antonsen," lanjut Ginting.
Ginting menjadi satu-satunya harapan Indonesia di nomor tunggal putra yang masih tersisa untuk mendulang medali. Sebelumnya Jonatan Christie di nomor yang sama harus tersingkir di tangan wakil China Shi Yuqi dengan skor 11-21, 9-21.[]
































