- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Zona Merah Penyebaran Corona di Jabar

Bandung,--Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut ada sejumlah kabupaten dan kota di Jabar yang di menjadi zona merah atau red zone penyebaran virus covid-19 atau corona. Zona merah yang dimaksud Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- itu adalah wilayah yang di sana terdeteksi ada pasien yang positif terinfeksi covid-19.
"Definisi zona merah ini akan kami terjemahkan, bukan zona merah (dalam artian darurat), tapi zona yang di sana pasien yang terpapar secara positif, karena kewilayahannya cukup luas, jadi warga tidak perlu panik," kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2020).
Sebanyak 41 pasien positif itu tersebar di tujuh kabupaten dan kota, di mana saja? Emil mengatakan, sejumlah wilayah itu ialah, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Peta sebaran pasien positif pun lebih banyak dari daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta yang menjadi episentrum corona.
Baca Lainnya :
- Istilah Asing Bertebaran saat Darurat Corona, Perlu Bahasa Lebih Mudah0
- Pasien Positif Corona Tetap Nihil 0
- Chloroquine Obat Keras Masyarakat Jangan asal Beli0
- Satu Unit Minibus Terjebak Akibat Jalan Ambles di Cianjur0
- Gunakan Bilik Telepon Cara Baru Korea Selatan Tes Corona0
Dari data yang dihimpun detikcom hingga Sabtu (21/3) pukul 15.00 WIB. Di Kota Depok 10 orang dinyatakan positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 36 orang dan orang dengan pengawasan (ODP) mencapai 297 orang.
Sementara itu di Kota Bekasi, 9 orang positif, 39 PDP dan 71 ODP. Di wilayah tetangganya, Kota Bekasi, tercatat 6 orang positif corona dengan 39 PDP dan 71 ODP.
Di Kota Bogor, tercatat tiga orang terdeteksi terpapar virus corona, satu di antaranya merupakan Walikota Bogor Bima Arya, dan kedua stafnya yang ikut perjalanan dinas ke Azerbaijan dan Turki. Di wilayah tetangganya Kabupaten Bogor terdapat 4 pasien positif corona, 13 PDP dan 92 ODP.
Sedangkan di Kota Bandung seorang warga dinyatakan positif cona, 14 PDP dan 112 ODP. Sementara di Kabupaten Bandung, tiga orang dinyatakan positif dan satu orang di antaranya meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS)Kota Bandung.
"Ini artinya ada warga yang berdomisili di wilayah tersebut yang terpapar corona. Oleh karena itu di daerah-daerah tersebut akan kita perhatian kita. Seperti bantuan logistik, kewaspadaan, komunikasi, pengetesan proaktif akan lebih banyak di zona yang terpapar positif yang paling banyak," ujarnya.[]
































