- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Tuntut Bima Arya Dilengserkan, Massa Pendukung Habib Rizieq Kembali Serbu DPRD Bogor

BOGOR - Massa pendukung Habib Rizieq Shihab kembali menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Bogor , Jumat (18/6/2021). Massa diminta petugas untuk membubarkan diri karena menimbulkan kerumunan di tengah kondisi meningkatnya kasus Covid-19 Kota Bogor.
Ratusan orang yang menamakan Aliansi Umat Islam Bogor Raya membawa berbagai spanduk. Mereka terus melantunkan salawat.
Baca Lainnya :
- Ridwan Kamil Ungkap 4 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jabar0
- Pemeriksaan Saksi, KPK Ubah Prosedur Demi Cegah Corona0
- MPR dan PWI Berikan 1000 Paket Kesehatan Untuk Pemotor dan Wartawan0
- ODP Corona di Sumedang Melonjak Jadi 1.833 Orang0
- Satu Positif Corona di Kabupaten Sukabumi0
Tak lama, petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP meminta massa meninggalkan lokasi karena menimbulkan kerumunan. Sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan massa.
"Kita sama-sama muslim, kita bersaudara tolong bubar. Kita sedang prihatin Kota Bogor ini," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada massa aksi dengan pengeras suara.
Perlahan, massa bergerak mundur menuju depan Masjid Al-Munawar yang berjarak sekitar 50 meter dari Gedung DPRD Kota Bogor. Dengan dikawal petugas, mereka terus melantunkan salawat.
Di sini kembali terjadi adu mulut karena massa masih berkerumun. Melihat hal itu, petugas mengerahkan mobil Dinas Kesehatan Kota Bogor mendekat ke kerumunan untuk melakukan swab antigen terhadap massa secara acak. "Ambulan maju ke depan! Kita akan mengambil salah satu (massa) untuk tes swab," tegas Susatyo.
Ketika ambulans bergerak mendekat massa menghindari petugas. Beberapa orang di lokasi sempat ditunjuk petugas untuk mengikuti tes swab, namun tidak ada yang berkenan dan menghindar.
Akhirnya perwakilan massa meminta kepada petugas untuk membacakan surat pernyataan terkait aksi mereka siang ini. Petugas memberikan kesempatan tersebut tetapi hanya beberapa orang perwakilan dan dilakukan di dalam Gedung DPRD Kota Bogor.
Kemudian, terlihat beberapa perwakilan masuk ke Gedung DPRD Kota Bogor untuk membacakan surat pernyataan. Pembacaan itu dilakukan secara tertutup dan dengan waktu yang singkat.
Setelah itu, Habib Muhammad Al-Attas sebagai salah satu perwakilan membacakan pernyataan yang dibacakan di Gedung DPRD Kota Bogor.
Salah satu poin dalam pernyataan yakni menyatakan kekecewaan mereka terhadap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dinilai telah membohongi ulama terkait kasus RS Ummi yang semula akan dicabut. Sehingga, mereka menyatakan Bima Arya harus dilengserkan dari jabatannya.
"Kami Aliansi Umat Islam Bogor Raya menyatakan mosi tidak percaya kepada Bima dan menuntut Bima dilengserkan. Dilengserkan oleh DPRD," ujar Habib Muhammad Al-Attas kepada massa aksi dari atas mobil komando melalui pengeras suara.
Setelah membacakan beberapa poin pernyataan sikap, perlahan massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas di depan Gedung DPRD Kota Bogor yang sempat dialihkan kembali dibuka.[]
































