- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Risiko akibat Tak Minum Suplemen Vitamin D

Selama lebih dari setahun terakhir, vitamin D telah menjadi topik hangat karena manfaatnya dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin D juga disebut mampu mengurangi gejala yang lebih parah akibat infeksi Covid-19. Sayangnya, tidak semua makanan atau pun sinar matahari dapat memberikan kecukupan kadar vitamin D, sehingga kita perlu mengonsumsi suplemen.
Sementara, kekurangan kadar vitamin D dapat melemahkan respons kekebalan tubuh, dan memicu berbagai efek samping lainnya yang bahkan-mungkin, tidak kita ketahui. Nah, berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin muncul akibat tidak mengonsumsi suplemen D.
1. Lebih rentan terhadap infeksi
Baca Lainnya :
- Pernyataan Dewan Pers Terkait Covid-190
- Demokrat Mengkritik ke Jokowi: Apa Tunggu Korban Banyak Baru Lockdown?0
- Kemenko Marves Datangkan 40 Ton Alkes Atasi Corona0
- Pemerintah Bakal Hapus Mudik Lebaran karena Corona, Ini 3 Skenarionya0
- Kepala Desa Kebonturi Turun Langsung Melakukan Penyemprotan Disinfectant0
Jika tidak mengonsumsi suplemen vitamin D, kita mungkin mendapati sistem kekebalan tubuh yang tidak bekerja sebaik yang diharapkan. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan fungsi kekebalan tubuh yang buruk. Ini terjadi karena vitamin D sangat penting untuk membentuk keseimbangan sel T dengan meningkatkan sel T-regulator, yang menjaga sistem kekebalan tetap sehat. Di samping itu, vitamin D juga dapat meningkatkan protein yang membantu melawan infeksi yang dikenal sebagai cathelicidin.
2. Meningkatnya risiko kanker
Bagi orang yang memiliki riwayat kanker tertentu dari keluarga, tidak mengonsumsi suplemen vitamin D dapat menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk mengalami kanker. Hampir semua jenis risiko kanker meningkat sehubungan dengan rendahnya vitamin D. Hal ini diduga karena gangguan respons imun yang terjadi dengan defisiensi.
Faktanya, penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute menemukan, kadar vitamin D yang lebih tinggi bisa menurunkan risiko kanker kolorektal secara signifikan.
Sementara itu, pada penelitian tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Endocrinology menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan kanker payudara dan penyebaran sel kanker atau metastasis.
3. Mengalami rasa sakit dan kelelahan
Jika kita sering mengalami kelelahan saat menyelesaikan tugas sehari-hari yang biasanya mudah dilakukan, mungkin kita sedang kekurangan vitamin D. Moretti menjelaskan, vitamin D terlibat dalam kesehatan tulang dan kekuatan otot. Sehingga, memiliki cukup vitamin D juga dapat mengurangi peradangan pada jaringan tulang dan otot, serta mampu meredakan rasa sakit.
Vitamin D adalah pengatur pusat untuk banyak hormon, jadi tidak heran jika orang yang kekurangan vitamin D akhirnya merasa lelah dan pegal-pegal.
4. Kesehatan jantung terganggu
Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu secara global, dan status vitamin D dalam tubuh mungkin memainkan peran penting dalam risiko terkena masalah kardiovaskular ini. Otot jantung membutuhkan vitamin D untuk membantu meningkatkan penyerapan elektrolit.
Faktanya, menurut tinjauan penelitian tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Hypertension, kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan tingkat hipertensi yang lebih tinggi. Selain itu, kadar vitamin D yang rendah juga dapat menjadi penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular dan berbagai macam penyakit lainnya.[]
































