- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Massa Turunkan Paksa Spanduk Maklumat Cegah Corona di Masjid Raya Bandung

BANDUNG,--Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja mengatakan massa itu datang dengan jumlah sekitar 30-50 orang. Menanggapi aksi tersebut, Muchtar menegaskan kembali, Masjid Raya Bandung ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.
"Barangkali begini, harus dipahami bukan menutup, bukan menyegel, kami menutup celah-celah wabah penyakit jangan sampai masuk ke masjid, itu aja intinya. Hanya kalau ada efek negatif dari ini bukan hanya orang per orang sekitar masjid raya, tapi secara global, kan di dunia sekarang mengalami ekonomi penurunan yang luar biasa. Jadi kami mohon kepada masyarakat membantu lah," kata Muchtar melalui sambungan telepon.
Muchtar mengungkapkan sesuai surat edaran gubernur dan wali kota, DKM Masjid Raya Bandung ingin mengamankan dan dalam rangka turut berpartisipasi berperan, juga aktif meminimalisir wabah Corona di Kota Bandung.
Baca Lainnya :
- Penanganan Covid-19 Dandim 0624 Wakili Pelaksana Gugus Tugas di RS Al Ihsan 0
- Bupati Bandung Jelaskan 3 Warganya Positif Corona0
- Pendopo dan Masjid di Kabupaten Sukabumi disemprot Disinfektan0
- Istana Presiden Tiadakan Salat Jumat0
- Pos Indonesia Terapkan Protokol Khusus Antisipasi Penyebaran Covid-190
"Cara ini kami lakukan karena disinyalir cara penyebaran dan penularannya kan lewat kerumunan massa. Kapasitas masjid kan jumlahnya mencapai 15 ribu, 13 ribu paling sedikit, salat lima waktu mencapai 1.500, mau gimana kita tidak ditutup sementara. Itu saja argumentasi yang sangat rasionalnya, tuturnya.
Pihaknya ingin, Muchtar menegaskan, ingin meminimalisir penyebaran virus Corona. Pihaknya juga bukan menghalang-halangi warga untuk beribadah, tapi ingin menghalangi penyebaran virus tersebut. "Masa sih mau halang-halangi orang mau Jumatan, mau salat. Justru kami menghalang-halangi jangan sampai penyakit kena ke masyarakat, itu saja," ucap Muchtar.
Ada tiga spanduk yang diturunkan paksa, di antaranya di bagian timur, utara dan selatan. Dengan ada kejadian ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, apakah spanduk akan dipasang lagi atau tidak.
"Sementara kami musyawarah dulu bagaimana bagusnya, apakah dipasang atau dibiarkan dulu. Jangan kita menyiram bensin ke bara api ya, nanti bukan redam malah semakin membakar orang juga, kan enggak bagus," ucap Muchtar.[]
































