Penyerang Air Keras Novel Polri Siapkan Sembilan Advokat

By Polkrim News 20 Mar 2020, 09:19:08 WIB Hukum
Penyerang Air Keras Novel Polri Siapkan Sembilan Advokat

Jakarta-Tim Advokasi Novel Baswedan mempertanyakan sikap Mabes Polri yang mengerahkan sembilan orang pengacara untuk membela terdakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Anggota Tim Advokasi Novel Saor Siagian mengatakan, hal itu janggal karena kedua terdakwa, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, disebut tidak sedang melaksanakan tugas kepolisian saat menyerang Novel.

"Mabes Polri menyediakan sembilan orang pengacara untuk membela Para Terdakwa. Hal yang sangat janggal karena perbuatan pidana Para Terdakwa bukanlah tindakan dalam melaksanakan tugas institusi," kata Saor dalam siaran pers, Kamis (19/3/2020).

Kejangggalan lainnya, lanjut Saor, kesembilan pengacara tersebut tidak mengajukan eksepsi untuk para terdakwa. Tim Advokasi Novel menduga hal itu merupakan bagian dari upaya mempercepat proses persidangan dibanding persidangan pada umumnya.

Baca Lainnya :

"Sidang selanjutnya langsung kepada tahap pembuktian dan memeriksa saksi. Artinya sidang dibuat cepat dari lazimnya sidang pidana," ujar Saor. Berdasarkan kejanggalan-kejanggalan itu, Tim Advokasi Novel menilai proses persidangan kasus tersebut hanyalah formalitas.

"Tim Advokasi menilai bahwa sidang penyiram air keras terhadap Novel Baswedan tidak lain hanyalah formalitas belaka. Sidang dilangsungkan cepat, tidak ada eksepsi, tidak beroritentasi mengungkap aktor intelektual, dan kemungkinan besar berujung hukuman yang ringan," kata Saor.

Diberitakan sebelumnya, dua terdakwa dalam kasus ini, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir didakwa melakukan penyaniayaan berat terencana terhadap Novel dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Ronny dan Rahmat yang disebut sebagai polisi aktif itu melakukan aksinya lantaran rasa benci karena Novel dianggap mengkhianati institusi Polri. Dalam dakwaan tersebut mereka dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Novel disiram air keras pada 11 April 2017 lalu setelah menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyerangan tersebut, Novel mengalami luka pada matanya yang menyebabkan gangguan pengelihatan.[]

 

 



 

berita ini sudah tayang di kompas.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama