- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
KPU Simulasi 6 Model Surat Suara Pemilu Serentak 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) menunjukkan keseriusan dalam wacana penyederhanaan surat suara pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang digelar secara serentak. Salah satu upaya yang telah dilakukannya adalah menggelar simulasi atas wacana tersebut.
Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyampaikan bahwa simulasi tersebut sebagai bentuk lembaganya dalam melakukan kajian dan penelitian terhadap wacana penyederhanaan surat suara yang telah digaungkan KPU sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Update Corona 27 Maret: 1.046 Kasus, 87 Meninggal, 46 Sembuh0
- Firli Bahuri: Kasus Korupsi 46 Orang Harus Selesai 0
- 3 Direktur TVRI Dinonaktifkan Dewan Pengawas 0
- Gunung Merapi kembali Meletus dan Mengeluarkan Awan Panas0
- Debt Collector Sadis Rampas Motor dan Bunuh Siswi SMK Mayatnya Dibuang Ke Sungai0
"Jadi sebenarnya kita sudah, di internal kita nih, di internal kita sudah melakukan simulasi, kita mencoba mendesain kembali surat suara dan kita coba kepada penyelenggara dan sekretariat jenderal di lingkungan KPU RI," kata Evi dalam diskusi daring yang digelar Perludem, Minggu (1/8/2021).
Evi menyampaikan, pada saat simulasi tersebut, KPU mencoba mempersiapkan 6 model surat suara. Sehingga, para pemilih dalam hal ini pegawai KPU bisa merasakan satu per satu perbedaannya.
Adapun, 6 model surat suara itu di antaranya model 1 yakni penggabungan lima jenis pemilihan dalam satu surat suara. Model 2 sama seperti model 1 tapi bentuk surat suara lanskap. Model 3 yaitu pemisahan surat suara DPD dengan surat surat presiden, DPR, dan DPRD.
Model 4, penggabungan lima jenis pemilihan dalam satu surat suara. Namun perbedaannya, foto calon anggota DPD bisa dicantumkan. Model 5, pemisahan surat suara DPD yang disertakan foto dengan surat suara Presiden, DPR, dan DPRD. Model 6, pemisahan surat suara DPD dengan surat suara Presiden, DPR, dan DPRD. Namun, dalam model ini metode penggunaanya dengan cara mencontreng.
"Pada saat kita melakukan simulasi tersebut, kita melakukan juga survei kecil yang kita harapkan ini kemudian bisa menjadi satu langkah kita ke depan untuk melakukan simulasi-simulasi berikutnya," katanya.
Setelah itu, kata Evi, hasil simulasi nantinya akan disampaikan kepada pembuat undang-undang yakni DPR dan pemerintah. Apabila, simulasi tersebut bisa diterima dan akan ditindaklanjuti dengan pembahasan, maka KPU akan mencoba meremusukan kembali.
"Dan tentu saja kita berharap apa yang kita lakukan ini mendapatkan jalannya untuk bisa diterapkan di Pemilu 2024, itu yang kita harapkan," katanya.[]
































