- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
- Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu
- Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-19
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-19
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020
- Ungkap Misteri CD Sering Hilang, Polres Cianjur-Polsek Ciranjang Lakukan Penyelidikan
Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 942 Arakan Ogoh-ogoh di Batalkan

BARITO TIMUR,[POLKRIM]--,Seperti biasasetiap tahun sehari sebelumnya , warga umat Hindu di Desa Sumber Garunggung Kecamatan Dusun tengah , melaksanakan Ritual keagamaan dalam rangka menyambut hari raya NyepiTahun Baru Saka1942 yang dilanjutkan dengan arakan ogoh - ogoh , namun tahun ini arakan ogoh - ogoh itu ditiadakan atau dibatalkan.
Dalam kegiatannya Tokoh adat Pure Jahon Ketut Sandiye .SP. kepada Polkrim mengatakan, kegiatan perayaan hari raya Nyepi tahun baru saka 942 yang bertepatan pula pada tanggal 25 maret 2020 dibatasi seperti arakan Ogoh - ogoh dibatalkan atau ditiadakan.
Hal tersebut sebagai bentuk kita menghormati dan mentaati peratuaran dan surat ederan dari pemerintah, untuk membatasi kerumunan atau perkum pulan dari orang banyak berkaitan dengan merembaknya wabah yang disebut virus covid - 19 (Corona) yang harus kita lawan melalui intropeksi diri kita sendiri terutama dalam hal kebersihan diri kita dan lingkungan.
Baca Lainnya :
- Jokowi Diminta Cabut Perda Diskriminatif Terhadap Perempuan0
- Vespa PTS, Bukan untuk Pemula dan Butuh Dompet Tebal 0
- Expedisi Celebes 360 Degrees MBI Touring Jelajah Pulau Sulawesi0
- Asal-usul Wajah Xpander0
- Kelompok Massa Urung Demo PLTU Palabuhanratu0
Ditambahkan Ketut Sandiye SP, memang arakan ogoh - ogoh menjadi totonan orang banyak dan mengundang orang banyak , oleh kerenanya sangat berten tangan dengan aturan pemerintah saat ini berkaitan dalam upaya pencegahan menularnya covid - 19 yang disebut corona itu sehingga kegiatan tetap ber jalan sebatas ritual keagamaan saja.
Ketut Sandiye SP yang merupakan toko adat hindu ini juga menceritakan tengtang arti dari simbol ogoh - ogoh itu adalah merupakan, simbol perbuatan yang tidak baik atau perbuatan negatif, atau dengan kata lain BUTA KALA roh-roh yang bisa mengganggu kehidupan manusia yang harus kita lawan dan dimusnahkan.
Oleh kerenanya melalalui rangkaian keagamaan ini ogoh - ogoh ini dimusnahkan sehingga kita kembali ke pitrahnya manusia semula untuk memberikan keharmonisan baik kepada Tuhan yang maha esa, dengan masyarakat, atau dengan alam sekitarnya, termasuk kita melakukan perlawanan terhadap virus covid - 19 corona itu pungkasnya.[hajisurian/byt]
































