- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Banyak Petugas Medis Meninggal, Maia Estianty Mengajak Donasi untuk Membeli APD

Tak hanya rakyat biasa, virus corona telah membuat sebagian petugas medis meregang nyawa. Garda terdepan yang melawan Covid-19 ini gugur saat melaksanakan tugasnya. Terbatasnya alat perlindungan diri (APD) bagi para petugas medis membuat mereka lebih mudah tertular virus corona. Hal ini lah yang kemudian membuat penyanyi Maia Estianty prihatin.
Mantan Istri Musisi ini menyayangkan kekurangan APD di kalangan petugas medis .Melalui laman Instagramnya, Maia Estianty mengajak masyarakat untuk memprioritaskan petugas medis dalam hal ketersediaan APD. Sebab, bagaimana pun mereka lebih membutuhkan dibanding masyarakat lainnya.
Untuk itu, mantan istri Ahmad Dhani ini gencar mengajak masyarakat melakukan donasi untuk membeli APD bagi para petugas medis. Nampaknya kekurangan APD bagi petugas medis di Indonesia ini nyata adanya.
Baca Lainnya :
- Kemuculan Perdana Puput Nastiti Devi pasca Ahok ditetapkan jadi Bos Pertamina0
- Artis Andrea Dian Positif Corona Covid-190
- Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pembuat Keramaian0
- Update Covid-19: Purwakarta Bukan Daerah Tranmisi Lokal Penularan Covid-190
- 3 Lokasi Rapid Test Covid-19 di Jabar0
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan misalnya. Petugas medis terpaksa menggunakan jas hujan dan sepatu boots sebagai pengganti APD. Direktur RSUD Lakipadada, Tana Toraja, Sulawesi Selatan dr Safari D Mangopo mengaku pihaknya kekurangan APD.
Selain APD, katanya, stok desinfektan di tempatnya bekerja juga telah menipis sejak beberpa waktu terakhir.Untuk itu, pihaknya terpaksa membuat sendiri APD dan desinfektan.
“Kami memang kekurangan APD seperti pakaian pelindung, masker, disinfektan, dan lainnya.
Beberapa di antaranya yang digunakan saat ini hanya dibuat sendiri oleh tim medis,” kata Safari saat dikonfirmasi, Sabtu (21/03/2020), seperti dikutip Sosok.ID dari Kompas.com.
Safari mengatakan, pihaknya membuat APD seperti masker dari kain.
Sementara untuk tubuh, pihaknya menggunakan jas hujan dari plastik, sepatu boots, serta pelindung wajah yang terbuat dari karet tebal.
Walaupun dibuat sendiri, Safari mengklaim APD buatannya sudah sesuai dengan standar.
"Masker yang kami buat ada pori-pori kecil yang tentunya aman bagi tenaga medis. Juga jas hujan dan alat pelindung wajah, semua aman untuk digunakan," jelasnya.
Diketahui, RSUD Lakipadada Tana Toraja adalah rumah sakit rujukan penanganan pasien corona untuk wilayah Sulawesi Selatan.
































