- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Waktu Kerja Berlebih Jadi Faktor Kematian Terbesar di Dunia

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa waktu atau jam kerja yang berlebihan menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.
Penelitian yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buru Internasional (ILO) memperkirakan hampir dua juta orang per tahun meninggal karena penyakit dan cedera terkait pekerjaan. Hal itu tentu sangat mengejutkan, mengingat pada dasarnya risiko dapat dicegah dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang tepat.
“Lebih dari 80 persen kematian terkait pekerjaan disebabkan oleh penyakit tidak menular, secara khusus adalah penyakit kardiovaskular dan pernapasan, yang disebabkan oleh atau diperburuk oleh faktor-faktor di tempat kerja,” ujar sekretaris jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir VOA, Sabtu (18/9).
Baca Lainnya :
- Puluhan Jurnalis Ikuti Rapid Test di Gedung Sate0
- IDI Kembali Umumkan Dua Dokter Positif Corona yang Meninggal Dunia0
- 7 Polisi Sekolah Perwira Positif Corona Dirawat di RS Polri0
- Jiwasraya Klaim Bayar Rp470 Miliar ke Nasabah0
- Ridwan Kamil akan Disebar Drone, Penyemprot Disinfektan ke 27 kota Kabupaten di Jabar0
Tedros mengatakan bahwa jam kerja yang panjang adalah satu-satunya pekerjaan yang paling mematikan. Ia menyebut bahwa hal ini menjadi faktor risiko utama yang tercatat menyebabkan 750.000 keatian setiap tahunnya di seluruh dunia.
Studi yang dolakukan WHO dan ILO mempertimbangkan 19 faktor risiko pekerjaan, termasuk paparan jam kerja yang panjang, paparan polusi udara di tempat kerja, serta karsinogen dan kebisingan. Sebagian besar kematian atau sekitar 80 persen disebabkan oleh penyakit tidak menular akibat kerja, sementara 20 persen sisanya disebabkan oleh kecelakaan kerja.
Frank Pega sekalu Pejabat Teknis WHO, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan mengatakan diantara pekerja yang paling berisiko adalah laki-laki dan orang berusia di atas 54 tahun. Ia juga menuturkan bahwa sejumlah besar kematian terkait pekerjaan terjadi di Afrika, Asia Tenggara dan Pasifik Barat.
“Di wilayah tersebut, kita juga dapat mengatakan bahwa negara berpenghasilan rendah dan menengah lebih terpengaruh daripada negara berpenghasilan tinggi,” jelas Pega.
Lebih lanjut, Pega mengatakan pekerja yang paling memiliki risiko tersebut adalah berasal dari bidang ekonomi informal. Hal itu karena mereka harus bekerja di sektor yang memiliki perlindungan yang lebih sedikit dan terpapar lebih banyak faktor risiko pekerjaan.
Laporan tersebut menempatkan Korea Utara (Korut) sebagai negara dengan beban kematian terkait pekerjaan terbesar, rata-rata 79,5 kematian per 100.000 penduduk usia kerja 15 tahun ke atas. Selanjutnya diikuti oleh Indonesia dan Nepal, serta di urutan keempat dengan 43,7 kematian per 100.000 pekerja berasal dari Bangladesh dan India.
Studi ini tidak memasukkan data tentang dampak kematian terkait pekerjaan akibat infeksi virus corona jenis baru (COVID-19) yang menjadi pandemi dunia saat ini, di mana banyak pekerja dari berbagai sektor memiliki risiko karena tetap harus melakukan pekerjaan mereka.[]
































