- Kabupaten Tasikmalaya Kaji Pembangunan Geopark Di Gunung Galunggung
- Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Sukabumi Bertambah
- Kasus COVID-19 Di Kota Sukabumi Melonjak, Petugas Perketat Protokol Kesehatan
- Sri Mulyani Cairkan Anggaran Subsidi Gaji Rp 14,88 T ke Rekening Kemnaker
- Penumpang dari Pelabuhan Merak Jatuh Hanyut di Selat Sunda
- Investigasi Tim Kemanusiaan: Pendeta Yeremia Ditembak TNI
- Penyuap Nurhadi Sembunyi Pakai Mobil Nopol Pejabat Kemenpan
- Ustaz di Aceh Diserang Eks Polisi, Alami Luka di Leher-Tangan
- Polisi Datangi Deklarasi KAMI Jambi, Minta Dihentikan
- Kadiv Propam Polri Ignatius Sigit Meninggal Dunia di RSPAD
- Datang Minta Izin Menikah, Anak Kandung Ini Malah Disetubuhi Bapak Sendiri
- Polres Cianjur Tetapkan Bigboss Tersangka Paket Kurban Bodong
- Jalani Rapid Test, Pengunjung Objek Wisata Lembang Reaktif COVID-19
- Ahli Forensik Selidiki Ambruknya Atap Gedung IGD RSUD Ciamis
- 40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat
Terapi Plasma Darah Selamatkan 4 Pasien Kritis Covid-19 di Cirebon

CIREBON - Sebanyak empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjalani terapi plasma darah. Hasilnya, dua di antaranya dinyatakan telah sembuh.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon yang juga sebagai dokter penanggung jawab pasien Covid-19 di RSUD Waled, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, mengungkap itu di Cirebon, Jumat 16 Oktober 2020.
Dia menjelaskan, dua dari empat orang yang menjalani terapi plasma konvalesen atau plasma darah donor dari pasien yang sudah sembuh itu masih menjalani perawatan, namun kondisinya terus membaik. "Sudah membaik apabila dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Baca Lainnya :
- 10 Atlet Top Terjangkit Corona, dari Rossi hingga Ronaldo0
- Gerindra Kota Cimahi Akan Bagikan 5 Ribu Masker Untuk Masyarakat0
- Tim Reaksi Cepat Gelar Ops Yustisi Di Pasar Ampah Dalam Pendisip Linan Protokes Covid-190
- Kakek di Purwakarta Cabuli Pasiennya, Ngaku Dukun0
- Ormas di Jabar Deklarasi Tolak Aksi Anarkis0
Ahmad Fariz menjelaskan, terapi plasma dikhususkan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat dan juga kritis. Karena dua kondisi tersebut dianggap yang sangat membutuhkan terapi yang diharap 'menularkan' antibodi tubuh yang mampu melawan infeksi virus tersebut.
Dia menambahkan, plasma darah yang digunakan untuk terapi itu didapatkan dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dan produksi dari PMI Kabupaten Cirebon. "Kalau dua orang pertama yang menjalani terapi plasma itu, dan telah sembuh, kami mendapatkan dari RSPAD Gatot Subroto, sedangkan saat ini kami sudah memiliki stok sendiri," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengatakan ada 15 calon pendonor plasma, namun tak banyak yang sudah siap segera diambil darahnya. "Sekarang yang sudah siap dua orang," katanya.
Sebelumnya, saat momentum perayaan HUT PMI ke-75 pada 18 September lalu, Kepala Bidang Pembinaan Kualitas Unit Donor Darah PMI Robby Nur Adityadia mengungkapkan bahwa sudah lebih dari 200 pasien Covid-19 di Indonesia telah menerima atau menjalani terapi plasma konvalesen. "Kebanyakan di Pulau Jawa dimana Jakarta dan Surabaya menjadi mayoritas,” kata dia.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, PMI terus berupaya dalam menggaet para pendonor plasma--bagian dari darah yang telah disaring dari sel-selnya. Sasarannya adalah orang yang baru sembuh dari Covid-19. “Sekarang kami terus mencoba ini agar mereka mau menyumbangkannya karena sudah mengandung antibodi,” ujarnya.[]


































