- 10 Suara Tegas Pangdam Jaya, Soroti FPI Jangan Buat Aturan Sendiri
- Sekeluarga Ditangkap karena Edarkan Narkoba di Sumatera Utara
- KPK perpanjang penahanan tiga tersangka korupsi di PT DI
- Bandung Zona Oranye Covid, RS Disebut Terisi 80 Persen
- Haerudin Tegaskan Heteregonitas Pemahaman Butuh Pendekatan Dialog Bukan Represif
- Belajar Tatap Muka Januari 2021, Ridwan Kamil: Tantangannya di Perkotaan
- Pemotor Bawa Jenazah di Bogor, Ini Kata Polisi
- 2 Muda-Mudi Purwakarta Tewas Usai Pesta Miras
- Aparat Gabungan di Bandung Ikut Turunkan Baliho Habib Rizieq
- Jadi Tersangka, Kades Garut Bantah Perkosa Anak Eks Timses
- Resmi PSBM, Bupati Majalengka Tutup Tempat Wisata-Larang Kegiatan Banyak Massa
- Seorang Meninggal Corona, Pedagang Pasar di Pangandaran Ogah Test Swab
- Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol
- Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Baru Dibuka 2021
- Imigrasi Akui Sempat Hapus DPO Djoko Tjandra di Sistem
40 Nakes di Cianjur Positif COVID-19, Mayoritas Bidan-Perawat

CIANJUR -Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat selama pandemi sudah 40 tenaga medis di Cianjur, Jawa Barat positif COVID-19. Perawat dan bidan menjadi yang dominan terpapar COVID-19.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal, mengatakan dari 40 nakes tersebut 6 diantaranya merupakan dokter, sedangkan selebihnya merupakan perawat dan bidan.
"Kebanyakan bidan dan puskesmas, untuk dokter tercatat sekitar 6 orang yang positif COVID-19," ujar dia, Jumat (30/10/2020).
Baca Lainnya :
- Pencuri Motor di Cianjur Ditangkap, Belasan Kali Keluar-Masuk Penjara0
- BPBD Sumedang Tetapkan Status Darurat Bencana0
- Kasus Penipuan, Akumobil Akan Kembalikan 1.000 Unit Mobil ke Konsumen0
- Korban Banjir Bandang-Longsor di Lebak Tagih Kepastian Hunian Tetap0
- 61 Penumpang KRL Tes Rapid di Stasiun Bogor, 1 Orang Reaktif0
Menurutnya untuk bidan yang terpapar kebanyakan merupakan yang bertugas di puskesmas untuk menjalankan layanan ke masyarakat.
Sedangkan untuk perawat bisanya yang bertugas melayani pasien di rumah sakit.
"Jadi memang yang terpapar ini yang berisiko tinggi. Terlebih yang berinteraksi langsung dengan banyak orang dan pasien," kata dia.
Menurutnya sebagian besar nakes yang positif COVID-19 sudah sembuh. "Kebanyakan dirawatnya di Vila Bumi Ciherang, tempat isolasi khusus karena mereka tak bergejala," kata dia.
Yusman menambahkan pada tenaga medis sudah diimbau untuk lebih berhati-hati saat melayani pasien, terlebih penyebarannya saat ini secara sporadis dengan banyaknya yang positif tanpa gejala.
"Kami sudah bekali mereka dengan APD, dan diimbau agar lebih waspada. Protokol kesehatan dan SOP penanganan pasien di tengah pandemi ini lebih diperketat," pungkasnya.
Sekadar diketahui untuk jumlah pasien positif di Cianjur saat ini tercatat sudah ada 239 kasus positif COVID-19, sebanyak 135 pasien sudah sembuh dan 104 lainnya masih menjalani perawatan baik di rumah sakit ataupun di tempat isolasi khusus.[]

































