- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
Pelaku Sejarah Terbentuknya Korps Marinir Meninggal, Kopral KKO Bakrie

JAKARTA - Indonesia, khususnya Korps Marinir TNI AL berduka. Salah satu veteran perang sekaligus pahlawan kemerdekaan, Kopral KKO (Purn) Bakrie meninggal dunia.
Kabar meninggalnya pelaku sejarah cikal bakal terbentuknya pasukan baret ungu ini diketahui dari unggahan akun twitter Korps Marinir @korps_marinir_tni_al, Minggu (2/5/2021).
"Salah satu pelaku sejarah prajurit Corps Armada IV (CA IV ) Tegal tempat berdirinya Korps Marinir, telah perpulang ke hadirat Sang Pencipta," tulis Korps Marinir.
Baca Lainnya :
- Vanessa Angel Sebut Dapat Narkoba dari Kuasa Hukumnya0
- Cara Mengaktifkan Paket Internet Gratis 0
- Di Kota Sukabumi Dapur Warga Terseret Longsor0
- Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Bandung, Warga Mengungsi0
- Hoaks Corona Bertambah, Polri Jerat 30 Tersangka0
Dijelaskan Korps Marinir, Kopral Bakrie mulai ikut bertempur dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga berakhirnya agresi militer dua di Tahun 1949. Sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai dari Tegal, Slawi, Pemalang, Pekalongan dan Batang menjadi daerah operasinya.
Salah satu pertempuran yang diikuti olehnya yaitu pertempuran di Wanarata-Pemalang yang menyebabkan gugurnya Letnan Sutomo. Untuk mengenang kepahlawan mereka di Wanarata Korps Marinir telah membangun sebuah monumen sejarah yang diberi nama Tugu Wanarata.[]




































