- P2KA Lakukan Demo Desak PT KAI Bayar Para Pensiunan
- Penipu Catut Nama Bupati Pandeglang Minta Fee Dana Hibah
- Protes Atas Hasil Imbang , Suporter Hadang Bus Persib Di Flyover Pasupati
- DPRD Pandeglang: Sekdes Pamer Miras Saat Live FB, Harus Dipecat
- Warga Lembang Bakal Sweeping Bikers Sunmori-Night Riding Bikin Resah
- Walkot Nashrudin: Soal Pembentukan Provinsi Cirebon Raya, Jangan Dipaksakan
- TNI AL Bantu Gencarkan Vaksinasi di Ponpes Cirebon
- Terancam 5 Tahun Bui, Tersangka Kasus Bentrok Maut Ormas di Perbatasan Sukabumi-Cianjur
- Saung Pembibitan Ikan yang Ambruk, 2 Pria di Tasikmalaya Tewas Tertimpa
- Amalan Ringan yang Berpahala Besar untuk Para Suami
- Pesta Miras Oplosan, Nyawa 3 Warga Karawang Tak Bisa Diselamatkan
- 12 Rumah Terancam, Titik Longsor di Gununghalu KBB Meluas
- Surati Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut 56 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri
- 70 Ribu Siswa SMA/SMK di Bandung-Cimahi Tuntas Divaksin
- Sisakan Satu Jenazah WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang , Tak Ada Data Pembanding DNA
Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona

JAKARTA -- Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih mengkritik rencana tes kesehatan terkait virus corona (Covid-19) yang akan dilakukan terhadap 575 anggota DPR RI beserta para anggota keluarganya pekan ini.Jumisih mengatakan seharusnya para wakil rakyat tidak mementingkan dirinya sendiri. Jumisih mengingatkan bahwa jutaan buruh masih bekerja di tengah ancaman tertular corona tanpa perlindungan kesehatan yang jelas.
"Elite politik jangan egois. Anggota dewan tidak selayaknya menggunakan keistimewaan posisi untuk aman dari corona, sedangkan jutaan rakyat yang tidak bisa reses harus menanggung corona dengan keselamatan jiwa dan keamanan ekonominya," kata Jumisih, Selasa (24/3).
Jumisih mengingatkan jutaan buruh yang mayoritas perempuan saat ini masih berdesak-desakan di pabrik melakukan proses produksi. Mereka, kata Jumisih, bekerja tanpa alat pelindung kesehatan.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi X: Kami Sepakat UN Ditiadakan, Kelulusan Siswa Bisa Ditentukan Nilai Rapor 0
- Guru Besar UGM yang Positif Covid-19 Meninggal Dunia0
- Wakil Wali Kota Bandung Positif Covid-190
- PWI Jabar Himbau Wartawan Sajikan Berita Edukatif Dan Informatif Terkait Covid-190
- Pesawat TNI AU Ditembaki di Pegunungan Bintang, Papua 0
Jumisih juga mengingatkan bahwa para buruh juga sedang berada dalam ketidakpastian nasib. Jumisih menyebut banyak para pemilik perusahaan sedang ketar-ketir menghadapi dampak ekonomi dari virus corona.
"Mestinya kepentingan buruh padat karya ini jadi prioritas bagi pemerintah dan DPR," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono juga menolak rencana tes corona untuk para anggota dewan.
Menurut dia, seharusnya buruh dan masyarakat tidak mampu yang perlu diprioritaskan. Sebab sebagian besar dari mereka masih bekerja berhimpitan di saat pandemi ini.
"Apalagi pemerintah kan sampai saat ini tidak berani meliburkan seluruh buruh. Malah DPR sudah diperpanjang masa resesnya," ucap Kahar, Selasa (24/3).
Sebelumnya, tes kesehatan terkait virus corona (Covid-19) akan digelar untuk 575 orang anggota DPR RI dan para keluarganya. Sekjen DPR RI Indra Iskandar menaksir 2 ribu orang akan menjalani tes kesehatan akhir pekan ini.
Indra mengatakan tes ini dilakukan atas permintaan para wakil rakyat. Dia mengklaim dana untuk gelaran ini diperoleh dari patungan para anggota DPR RI.
Namun setelah pengumuman tes itu, sejumlah fraksi menyatakan penolakan. Tercatat Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat tidak bersedia ikut dan meminta rakyat diprioritaskan. []
































