- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
5 Penyebab Berat Badan Naik meski Puasa

Puasa dapat diartikan dengan menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Banyak orang berpikir dengan berpuasa, berat badannya akan turun. Benarkah demikian? Menurut ahli diet dan ahli gizi, puasa tidak serta merta menurunkan berat badan. Apa yang terjadi di lapangan, pihaknya justru menemui banyak klien dari kalangan Muslim yang justru berat badannya naik di akhir Ramadhan atau saat Idul Fitri.
Ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu. Apa saja?
1. Terlalu banyak makan gorengan
Baca Lainnya :
- Jawa Barat Pasien Positif Corona Melonjak0
- Cara Singapura menjadikan Nol Korban Jiwa Covid-190
- Hasil SKD Diumumkan 22-23 Maret0
- Mengapa Sebaiknya 14 Hari di Rumah Saja? 0
- China Melaporkan Nol Kasus Baru Covid-19, Untuk Pertama Kalinya0
Makanan tradisional sebagai salah satu alasan terbesar di balik kenaikan berat badan di bulan Ramadhan. Satu hal yang perlu diingat adalah Ramadhan adalah bulan yang sangat sosial. Jadi, puasa Ramadhan memang memiliki komponen sosial dan budaya dalam hal makanan yang kita makan.
Di berbagai tempat, budaya berbuka puasa dirayakan dengan memakan berbagai macam makanan. Terlepas dari budaya mana mana Anda berada, selalu ada semacam gorengan dan banyak karbohidrat berat.
Kalori yang terkandung dalam gorengan sulit dihitung. Itu tergantung dari seberapa lama Anda menggorengnya di dalam minyak. Gorengan menyerap jumlah minyak itu, jadi sulit untuk benar-benar mengetahui jumlah kalori pastinya, bisa berkisar antara 200 bahkan 500 kalori.
Gorengan yang mungkin lebih cepat dimakan di bulan Ramadhan. Seseorang bisa makan gorengan dua sampai tiga buah dalam sekali makan.
Dan sekarang pikirkan untuk melakukan itu selama 30 hari berturut-turut. Jika Anda makan dari tiga hingga empat gorengan setiap hari, Anda dengan mudah makan lebih dari 100 gorengan dalam sebulan.
Dari pada menggoreng makanan, pilih metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang, mengukus, dan menumis.
2. Terlalu banyak makan dan minum yang manis
Penambahan berat badan tidak hanya terbatas pada apa yang dimakan saat berbuka puasa. Minuman manis seperti jus buah atau soda juga bisa berperan menambah berat badan. Seringkali orang beralih ke minuman manis (untuk tetap terhidrasi) daripada air. Satu gelas minuman manis rata-rata bisa mengandung empat hingga 7 sendok teh gula. Batasi jumlah dan frekuensi mengonsumsi permen/makanan penutup. Gunakan opsi pemanis yang lebih baik seperti kurma, saus apel, dan stevia.
3. Kurang tidur
Ahli Gizi Klinis, menjelaskan perlunya tidur siang selama Ramadhan. Kurang tidur bisa meningkatkan nafsu makan dan menambah kelelahan. Anda dapat memilih 30 menit tidur siang karena terbukti membantu tubuh Anda mengisi ulang.
4. Waktu makan tidak konsisten
Makan dengan sering dan pada waktu yang tidak konsisten dari berbuka puasa hingga waktu sahur juga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Selain itu makan yang terus menerus dan berlebihan saat berbuka juga bisa menyebabkan naiknya berat badan.
5. Kurang bergerak
Kurangnya gerakan dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam aktivitas yang tidak banyak bergerak seperti menonton TV mencegah orang-orang menghabiskan energi. Hal itu dapat menyebabkan naiknya berat badan. Oleh karena itu, untuk tetap aktif bergerak.
Orang-orang untuk berpartisipasi dalam beberapa bentuk olahraga seperti yoga, pilates, atau jalan kaki. Biarkan olahraga yang lebih berat tepat sebelum Anda berbuka atau setidaknya 2-3 jam setelah berbuka.[]




































