- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
4 Gejala Serangan Jantung yang Terasa Sepekan Sebelumnya

Serangan jantung adalah keadaan darurat medis yang serius. Kondisi itu terjadi ketika suplai darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya oleh pembekuan darah.
Respons cepat sangat diperlukan untuk mencegah risiko kerusakan permanen pada otot jantung. Hanya saja, ketidaktahuan gejala serangan jantung sering menghambat kecepatan orang meresponsnya.
Baca Lainnya :
- Cara Alami Membersihkan Paru-paru0
- Benarkah Mengonsumsi Ibuprofen Saat Terinfeksi Virus Corona Bisa Berbahaya0
- dr Tirta Berstatus PDP Covid-19,Titip ke Anies & Sebut Staf Presiden Jokowi0
- Cara Mengobati Diabetes secara Alami dan Mudah0
- Pernah Sakit-sakitan, Rajin Olahraga Bikin Nenek 73 Tahun Jauh Lebih Bugar0
Padahal, ada penelitian yang menunjukkan empat gejala alternatif yang biasanya muncul sepekan sebelum orang mengalami serangan jantung.
Sindrom koroner akut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang terkait dengan penurunan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba. Salah satu kondisi tersebut adalah serangan jantung.
Sebanyak 1.145 pasien dilibatkan dalam penelitian ini, semuanya berusia 55 tahun atau lebih muda dan mengalami sindrom koroner akut antara 2009 hingga 2013. Sekitar sepertiga dari peserta adalah perempuan.
Secara keseluruhan, sebagian besar pasien melaporkan mengalami setidaknya satu tanda peringatan sindrom koroner akut sepekan sebelum serangan jantung terjadi. Gejala yang paling umum serupa antara pria dan perempuan adalah kelelahan yang tidak biasa, gangguan tidur, kecemasan, dan kelemahan/ketidaknyamanan lengan.
Nyeri dada jarang terjadi, dengan hanya seperempat peserta yang mengalami gejala ini pada pekan sebelumnya. Namun, hanya 72 persen pria yang mengalami gejala awal, dibandingkan dengan 85 persen perempuan.
Perempuan juga secara signifikan lebih mungkin mencari perawatan medis untuk gejala-gejala ini daripada pria. Penulis juga mencatat bahwa beberapa pasien memulai pengobatan setelah mengalami tanda-tanda peringatan, dengan kurang dari 40 persen pasien memulai terapi seperti tekanan darah dan obat penurun kolesterol. Kelompok pria dan wanita dalam penelitian ini mengonsumsi obat pencegahan yang sama. Analisis juga menunjukkan tidak ada perbedaan dalam pengobatan kardiovaskular antara pria dan wanita.
Jika mengalami serangan jantung, penting bagi kita untuk beristirahat saat menunggu ambulans, untuk menghindari ketegangan yang tidak perlu pada jantung.
Dianjurkan mengonsumsi aspirin jika tersedia dan penderita serangan jantung tidak alergi terhadapnya. Kunyah perlahan tablet dosis dewasa (300 mg) lalu telan sambil menunggu ambulans.
Aspirin adalah obat yang membantu mengencerkan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Jangan tunda untuk segera ke rumah sakit.[]
































