- Dijamin Lolos Pos Penyekatan, Mudik Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen
- Cegah Kepadatan, Polisi Akan Tutup Jalan ke Pusat Perbelanjaan Bandung
- Mudik Lokal Dilarang, Organda Jabar: Membingungkan Masyarakat
- 5 Warga Garut Tenggelam di Septic Tank, 3 Orang Tewas
- Bandara Semarang Akui insiden Penumpang Covid Lolos Terbang
- Usut Dugaan Suap Penyidik Stepanus, KPK Periksa Walkot Cimahi
- Kunjungi Papua, Panglima TNI Dengar Curhat Komandan Wilayah
- Dua Pemudik Asal Tangerang Positif Covid, Lolos Sampai Solo
- 20 Orang Positif Covid-19, Klaster Jemaah Masjid di Bantul
- Polres Cimahi Putar Balik 66 Kendaraan Pemudik
- Dua Tahun Rasdi Terpaksa Tinggal di Kandang Sapi, Gegara Diputus Tunangan
- Satpol PP KBB Awasi Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Pengunjung Membludak
- Jelang Lebaran, Kemendag Pastikan Harga Daging Sapi Tak Melebihi Rp130 Ribu Per Kg
- Alasan MA Perintahkan SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Dicabut
- Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Cegah Hipertensi
15 Pasien COVID-19 Tewas dalam Kebakaran Rumah Sakit di India Barat

NEW DELHI - Polisi di India barat mengatakan 15 pasien COVID-19 telah meninggal ketika kebakaran terjadi di satu rumah sakit pada Sabtu pagi.
“Lima puluh pasien lainnya di Rumah Sakit Kesejahteraan di Bharuch, kota di negara bagian Gujarat, diselamatkan petugas rumah sakit dan petugas pemadam kebakaran,” ungkap petugas polisi Rajendrasinh Chudasama.
“Kebakaran terjadi di bangsal COVID-19 di lantai dasar dan api padam dalam waktu satu jam,” papar petugas pemadam kebakaran Shailesh Sansiya, dikutip kantor berita Press Trust of India.
Baca Lainnya :
- Vanessa Angel Sebut Dapat Narkoba dari Kuasa Hukumnya0
- Cara Mengaktifkan Paket Internet Gratis 0
- Di Kota Sukabumi Dapur Warga Terseret Longsor0
- Banjir Kembali Rendam Dayeuhkolot Bandung, Warga Mengungsi0
- Hoaks Corona Bertambah, Polri Jerat 30 Tersangka0
Penyebab kebakaran sedang diselidiki. Pada 23 April, kebakaran di unit perawatan intensif menewaskan 13 pasien COVID-19 di daerah Virar di pinggiran Mumbai.
Tsunami COVID-19 yang melanda India membuat penggali kubur di Mumbai bekerja tiada henti dan tanpa libur. Mereka bahkan harus bekerja dalam sistem shift selama 24 jam seiring melonjaknya kematian akibat COVID-19 di India.
Dua atau tiga bulan setelah krisis COVID-19, penggali kubur di Mumbai Sayyed Munir Kamruddin berhenti memakai alat pelindung diri dan sarung tangan.
“Saya tidak takut dengan COVID, saya telah bekerja dengan keberanian. Ini semua tentang keberanian, bukan tentang ketakutan," ujar pria berusia 52 tahun, yang telah menggali kuburan di kota itu selama 25 tahun.
India berada di tengah gelombang kedua infeksi virus corona baru yang telah menyaksikan setidaknya 300 ribu orang dinyatakan positif setiap hari selama seminggu terakhir, dan jumlah kematian COVID-19 meningkat melewati angka 18 juta.
Sistem kesehatan dan krematorium kewalahan. Di New Delhi, ambulans telah membawa jenazah korban COVID-19 ke krematorium darurat di taman dan tempat parkir, di mana jenazah dibakar di barisan kayu bakar.[]




































