- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Waspada Resistensi Antibiotik, Semua Usia Bisa Mengalaminya

Resistensi antibiotik adalah masalah serius yang harus diatasi. Kondisi ini terjadi karena masih banyak orang sembarangan menggunakan antibiotik yang mana akhirnya menyebabkan mereka resistensi antibiotik.
Berdasar data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan antibiotik meningkat 91% secara global dan meningkat 165% di negara-negara berkembang pada periode 2000 hingga 2015. Angka yang tentu tidak sedikit dan ketika seseorang sudah resistensi, efek panjangnya sangat merugikan si pasien, bahkan negara.
Baca Lainnya :
- APD di Tasikmalaya Hanya Cukup untuk Tiga Hari0
- Jejak Wawalkot Yana Sebelum Positif Corona0
- Ratusan Penonton Shock, Presenter Jatuh dan Hembuskan Nafas Terakhir Saat Live di Televisi0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
Salah satu penyebab resistensi antibiotik adalah penggunaan antibiotik yang berlebihan. Tapi, apakah anak-anak bisa mengalamai masalah ini? Resistensi antibiotik tidak mengenal usia. Artinya, siapa saja bisa mengalamai resistensi antibiotic.
Meski bisa dialami siapapun, ada beberapa kelompok yang rentan mengalami resistensi antibiotik. Mereka adalah kelompok lanjut usia, bayi, pasien HIV, diabetes, atau penyakit ginjal kronik. Mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga mudah sekali mengalami yang namanya resistensi antibiotik.
Resistensi antibiotik dapat terjadi sejatinya tak hanya karena kebanyakan mengonsumsi antibiotik, melainkan ada faktor lain. Misalnya 'misuse' antibiotik. Artinya, pasien mengalami infeksi virus tetapi diobati dengan antibiotik untuk bakteri, ya, tidak akan nyambung.
Ada juga penyebab resistensi antibiotik karena 'underuse'. "Ini bisa terjadi ketika pasien A sudah dirawat 10 hari di rumah sakit dan diberikan antibiotik jenis tertentu. Nah, saat dirujuk ke RS lain, antibiotiknya nggak bisa naik level, malah akan membuat dirinya resistensi antibiotic.
Jadi, penting sekali untuk masyarakat cerdas dan bijak menggunakan antibiotik. Jika penyakit yang Anda alami berkaitan dengan infeksi virus, maka tidak perlu yang namanya antibiotik, karena itu adalah obat yang dirancang membunuh bakteri.
Beberapa penyakit infeksi bakteri yang diharuskan menggunakan antibiotik ialah tipes, meningitis, TBC, infeksi paru seperti CAP, difteri, disentri, maupun masalah di saluran kencing seperti gonore atau sipilis.[]
































