- Anthony Ginting Ogah Sesumbar Meski Unggul Rekor Pertemuan dari Anders Antonsen
- BOR Rumah Sakit di KBB Terus Turun dan Angka Kesembuhan Naik
- Kantor Desa Girimukti di KBB Dirusak Orang
- Ahsan/Hendra Gagal ke Final Usai Dihentikan Ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin
- Kota Sukabumi Sudah Bebas Dari Zona Merah Covid-19
- Rapat Paripurna DPRD, Bupati `RPJMD Penjabaran Visi, Misi Dan Program Kepala Daerah`
- Mengapa Dibacakan Surat Yasin Saat Sakaratul Maut?
- Saling Sindir di Medsos, Hubungan Sahrul Gunawan dengan Bupati Terancam Retak
- KPK Periksa Anggota DPRD Jabar terkait Suap Proyek di Indramayu
- Tersangka Kasus Korupsi Bansos di Bandung Barat Segera Disidang
- KSAL Pimpin Sertijab 6 Jabatan Strategis TNI AL
- 4 Karyawan Apotek Diciduk Jual Obat Anti Covid-19 dengan Harga Tinggi
- Inggris Kirim Ratusan Ribu Vaksin AstraZeneca ke Indonesia
- Polres Depok Periksa Ketua RW 05 Beji, Soal Dana Bansos Dipotong Rp50 Ribu
- Kotoran Anjing Dibayar Mahal Dengan Hilangnya Nyawa Tetangga
COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA - Kasus positif COVID-19 di Pesantren Al-Qur'aniyyah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terus meningkat. Jumlah santri yang dinyatakan positif COVID-19 mencapai 50 orang. Pihak keluarga berharap, kasus yang terjadi di pesantrennya itu bisa menjadi pelajaran bagi pesantren lainnya.
Pengasuh pesantren, Yuyut Astiyudin mengatakan, munculnya kasus positif COVID-19 di pesantrennya itu berawal saat ada salah satu santri yang menderita sakit. Atas inisiatif pengurus, santri yang bersangkutan menjalani tes rapid antigen yang kemudian hasilnya reaktif.
"Dari situ saya tidak mau kecolongan lebih banyak lagi. Makanya saya laporan ke dinas terkait tentang hal ini. Setelah dilakukan tes antigen secara keseluruhan lagi, ternyata ada 35 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 . Akhirnya diisolasi ke SKB," kata Yuyut, Rabu (16/6/2021).
Baca Lainnya :
- Di China Ada Perusahaan RI Produksi Masker 0
- MPR dan PWI Berikan 1000 Paket Kesehatan Untuk Pemotor dan Wartawan0
- ODP Corona di Sumedang Melonjak Jadi 1.833 Orang0
- Satu Positif Corona di Kabupaten Sukabumi0
- Viral di Medsos Petugas Pengantar Jenazah PDP Corona Pakai Jas Hujan di Tasikmalaya0
Jumlah santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami penambahan pada Rabu (16/6/2021) ini. Selain santri, jelas dia, ada satu pengajar yang juga terkonfirmasi positif COVID-19 . "Saat ini sekitar 50 orang. Ini wabah, bukan aib. Justru kalau ditutupi akan bisa bahaya untuk yang lainnya," papar dia.
Setelah muncul kasus, jelas dia, saat ini rutinitas santri di pesantren dihentikan untuk sementara. Kendati demikian, para santri yang negatif masih berada di lingkungan pesantren, dengan pengawasan yang ketat. "Kegiatan santri sekarang di-off dulu, yang negatif dikarantina , tetap di pesantren tidak boleh pulang," jelas dia.
Terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), Yuyut memastikan pesantrennya sudah memberlakukannya secara ketat. Hal itu sudah dilakukan sejak pandemi COVID-19 pertama kali terjadi.
"Sebetulnya di sini yang paling ketat dalam penerapan Prokes. Makanya di mana-mana ada peringatan pakai masker. Selama satu tahun kemarin ada COVID-19 , di sini tidak bisa menerima tamu secara leluasa, sebarangan," papar dia.
Bahkan, saat para santri kembali ke pesantren setelah mudik, lanjut dia, pihaknya berinisiatif untuk melakukan test rapid antigen . Saat itu, jelas dia, hasilnya non reaktif. Baca juga: Gowa Gempar, Hanya Karena Ayam Jago Sepupu Bersimbah Darah Ditebas Parang
"Sebenarnya setelah liburan, santri kita test antigen seluruhnya, dan non reaktif. Ternyata Allah Maha kuasa segalanya, dan kita hanya ikhtiar. Di sini ada 130 santri. Mudah-mudahan jadi pelajaran untuk pesantren lain, betapa pentingnya penerapan Prokes," jelas dia.[]

































