- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Selain PCR, Jokowi Pernah Minta Harga Gula dan Daging Turun

JAKARTA -- Mahalnya harga tes PCR untuk pasien positif Covid-19 membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tergerak. Jokowi pun memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menurunkan harga tes PCR di pasaran.
Dia ingin agar tarif tes PCR berada di kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 550 ribu. Pasalnya, belakangan ini, publik dikagetkan harga tes PCR di India Rp 97 ribu. Adapun rata-rata tes PCR di Indonesia di kisaran Rp 1 juta.
"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR. Dan saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini,” jelas Jokowi dalam pernyataannya di Jakarta, Ahad (15/8).
Baca Lainnya :
- Cegah Penularan Corona, Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi Tutup Kegiatan Pasar Ahad0
- Atasi Penyebaran Virus, MUI Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik0
- Menteri PUPR Intruksi Penghentian Sementara Pekerjaan Proyek0
- Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Karantina Lockdown Daerah 0
- Covid-19, Menteri Tjahjo Terbitkan Edaran PNS Bekerja dari Rumah0
Jokowi pun mengultimatum agar hasil tes PCR dapat diketahui maksimal dalam waktu 1x24 jam. "Kita butuh kecepatan," ucap mantan wali kota Solo tersebut.
Instruksi Jokowi untuk menurunkan harga barang, lantaran dianggap mahal bukanlah yang pertama kalinya. Dalam catatan Republika, Jokowi beberapa kali menginstruksikan jajarannnya untuk menurunkan harga barang yang dianggap terlalu mahal.
Pada 13 Mei 2021, Jokowi meminta agar harga bawang merah dan gula pasi diturunkan. Jokowi mengatakan, harga bawang merah saat ini masih jauh dari harga rata-rata nasional, yang dijual Rp 51 ribu per kilogram (kg). "Masih jauh dari harga acuan untuk bawang merah yaitu Rp 32 ribu,” kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi menganggap, harga gula pasir saat ini masih tinggi. "Juga gula pasir sampai saat ini seperti ini saya terus kejar, harga masih Rp 17.000-Rp 17.500 padahal HET masih harusnya di Rp 12.500," kata Jokowi.
Pada medio Mei 2015, Jokowi meminta agar harga daging sapi di bawah Rp 80 ribu per kg sebelum Lebaran tahun ini. "Saya perintahkan menteri-menteri, saya tidak mau tahu, saya minta sebelum Lebaran harga daging harus di bawah Rp 80 ribu," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, jika di negara lain harga daging bisa di bawah Rp 80 ribu per kg maka hal itu bisa terjadi di Indonesia. Sayangnya, bertahun-tahun berlalu, harga daging sapi masih di kisaran Rp 130 ribu per kg, berdasarkan laman infopangan.jakarta.go.id.[]
































