- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
- Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu
- Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-19
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-19
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020
RI Dukung Perundingan Damai Afghanistan-Taliban
JAKARTA -Perundingan damai Afghanistan atau Afghanistan Peace Negotiation dimulai hari ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Indonesia mendukung penuh proses perundingan damai tersebut.
Retno mengatakan Indonesia turut diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari quint. Ia menjelaskan quint adalah gabungan lima negara yang sejak awal mencoba berkontribusi dalam proses damai itu, yaitu Qatar, Indonesia Norwegia, Jerman, dan Uzbekistan.
"Hari ini satu tahapan penting dalam sejarah Afghanistan dilakukan, yaitu dimulainya Afghanistan Peace Negotiation. Saya sangat berharap, ini merupakan awal yang baik, yang akan membuka masa depan Afghanistan yang damai dan inklusif," kata Retno dalam telekonferensi Kemlu pada Sabtu (12/9/2020).
Baca Lainnya :
- Disnaker DKI: 84 Wartawan Positif COVID-190
- Menlu Minta Bantuan India Pulangkan WNI Jemaah Tablig0
- Wabup Hengki Distribusikan Kuota Gratis, Sempat Dijegal0
- 1 RS dan 2 Puskesmas di Tasikmalaya Terpaksa Ditutup0
- Jatim Provinsi Terbanyak Dokter Meninggal karena Corona, Kedua Sumut0
Dalam pertemuan itu, Retno menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung proses perundingan damai Afghanistan. Menurutnya, kepentingan rakyat Afghanistan harus menjadi hal utama dalam proses tersebut.
"Saya menyampaikan, pertama, penegasan komitmen Indonesia untuk terus mendukung proses perundingan yang Afghan-own, Afghan-led. Kepentingan rakyat Afghanistan, harus menjadi yang utama dalam proses perdamaian ini," tegas Retno.
"Pelibatan elemen di Afghanistan, termasuk peran perempuan Afghanistan, menjadi sangat penting, dalam proses perdamaian ini," imbuhnya.
Selain itu, Retno mendorong adanya situasi kondusif dalam proses perundingan perdamaian Afghanistan. Ia berharap ada kemajuan dalam proses tersebut.
"Yang kedua, memastikan adanya progres melalui terciptanya kondisi yang kondusif bagi pembicaraan dan perundingan damai baik, faktor internal maupun eksternal. Jadi kita ingin kemajuan atau progres terus terjadi," ucap Retno.
Rento mengakui proses perundingan damai Afghanistan bukan persoalan yang mudah. Namun Indonesia akan terus berkomitmen dan mendukung proses perundingan itu.
"Sekali lagi Indonesia menyambut baik langkah awal ini dan kita akan terus mendukung, dan berdoa semoga perundingan ini akan berjalan dengan lancar dan Indonesia tetap sekali lagi berkomitmen untuk terus mendukung proses ini," ujar Retno.
Diketahui, perundingan damai pertama antara pemerintah Afghanistan dan Taliban dimulai di Qatar pada Sabtu (12/9) setelah tertunda selama berbulan-bulan.
Dalam pidato pembukanya, kepala delegasi Afghanistan, Abdullah, mengatakan ada kesempatan untuk mengakhiri hal yang ia sebut 'penderitaan tak berkesudahan'.
Pemimpin politik Taliban, Mullah Baradar, berkata ia ingin Afghanistan menjadi negara independen dengan sistem Islam. Perundingan itu seharusnya dimulai menyusul kesepakatan keamanan AS-Taliban pada Februari.[]
































