- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
- Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu
- Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-19
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-19
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020
Ma`ruf Amin Minta Sertifikasi Halal Vaksin Corona Dipercepat

JAKARTA,-Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta proses pemberian sertifikasi halal bagi vaksin virus corona (Covid-19) dipercepat sebelum vaksin diedarkan ke masyarakat.
Ia meminta pihak terkait penerbitan sertifikasi halal vaksin Covid-19, seperti Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Komisi Fatwa MUI, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama proaktif berkoordinasi agar sertifikasi halal dapat keluar.
"Saya minta kepada LPPOM dan Komisi Fatwa MUI supaya ikut proaktif, dan juga kepada Badan Penyelenggara Produk Halal, jangan menunggu bola, untuk vaksin ini jangan menunggu, harus menjemput bola," kata Ma'ruf saaf menerima jajaran Direksi PT Bio Farma (Persero) melalui video conference, Kamis (27/8).
Baca Lainnya :
- Din Minta Kritik KAMI tentang Oligarki Politik Dijawab0
- Komjak Duga Ada Orang Besar Lindungi Jaksa Pinangki0
- Anggota DPR Nilai 1 Orang Divaksin 2 Kali Bisnis, Ini Kata Erick Thohir0
- 236.893 Pekerja di Kota Bandung Akan Terima Bantuan Rp 600 Ribu/Bulan0
- Ratusan Butir Obat Terlarang Dilempar ke Lapas Banceuy0
Lebih lanjut, Ma'ruf mempercayai berhentinya penyebaran virus corona Indonesia sangat tergantung pada rampungnya proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.
Meski tingkat kesembuhannya tinggi, Ma'ruf menyatakan tingkat penularan Covid-19 di Indonesia juga masih tergolong tinggi. Karena itu, produksi vaksin Covid-19 dan sertifikasi halal harus dipercepat mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
"Saya minta seperti yang diminta oleh Presiden, supaya lebih cepat [produksinya] karena situasi memang sangat membutuhkan," kata dia.
Ma'ruf menilai, sertifikasi halal bagi vaksin corona menjadi sangat penting untuk Indonesia karena masyarakatnya mayoritas memeluk agama Islam. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi penolakan vaksinasi dari masyarakat karena ragu terhadap label kehalalannya.
"Ini jangan jadi masalah. Jangan terjadi seperti vaksin Measles Rubella (MR) itu yang kemudian targetnya tidak tercapai," Wapres mengingatkan.
Ma'ruf juga menambahkan, vaksin-vaksin produksi dari luar negeri juga harus dipastikan halal. Jangan sampai pemerintah sudah memesan dalam jumlah besar, namun bermasalah dalam proses kehalalannya.
"Covid-19 ini adalah persoalan kehidupan bangsa kita, baik soal kesehatan, soal sosial, bahkan juga soal ekonomi. Kuncinya vaksin. Dan vaksin itu harus di-back up oleh sertifikat halal." pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir, melaporkan perkembangan produksi vaksin Covid-19 yang saat ini telah mencapai uji klinis tahap ke-3.
Setelah uji klinis selesai di bulan Januari, Bio Farma akan segera memproduksi vaksin-vaksin tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun alan dilibatkan untuk mendapatkan proses registrasi vaksin.
"Mungkin sekitar bulan Februari paling cepat, kita sudah bisa melakukan program vaksinasi ini kepada masyarakat Indonesia," kata dia.
Sebagai bentuk strategi jangka panjang, Honesti menjelaskan Bio Farma telah bekerjasama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kementerian Riset dan Teknologi. Hal itu untuk mengembangkan vaksin yang berbasis kepada strain virus orang Indonesia.
Sementara untuk strategi jangka pendek, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan Sinovac asal China untuk memproduksi vaksin tersebut.
"Mereka akan memberikan bibit vaksin dan Bio Farma yang akan melakukan uji klinis dan produksi," terangnya.
Terkait dengan kehalalan vaksin hasil kerjasama dengan Sinovac, Honesti menjelaskan bahwa Sinovac telah memberikan jaminan bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi (Porcine).
Meski demikian, Ia menyatakan masih diperlukan uji kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia guna mendapatkan sertifikasi halal resmi.
"Mereka [Sinovac] menyatakan bahwa bahan baku yang diproduksi mereka itu tidak mengandung Porcine," ungkapnya.[]
JAKARTA,-Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta proses pemberian sertifikasi halal bagi vaksin virus corona (Covid-19) dipercepat sebelum vaksin diedarkan ke masyarakat.
Ia meminta pihak terkait penerbitan sertifikasi halal vaksin Covid-19, seperti Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Komisi Fatwa MUI, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama proaktif berkoordinasi agar sertifikasi halal dapat keluar.
"Saya minta kepada LPPOM dan Komisi Fatwa MUI supaya ikut proaktif, dan juga kepada Badan Penyelenggara Produk Halal, jangan menunggu bola, untuk vaksin ini jangan menunggu, harus menjemput bola," kata Ma'ruf saaf menerima jajaran Direksi PT Bio Farma (Persero) melalui video conference, Kamis (27/8).
Lebih lanjut, Ma'ruf mempercayai berhentinya penyebaran virus corona Indonesia sangat tergantung pada rampungnya proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.
Meski tingkat kesembuhannya tinggi, Ma'ruf menyatakan tingkat penularan Covid-19 di Indonesia juga masih tergolong tinggi. Karena itu, produksi vaksin Covid-19 dan sertifikasi halal harus dipercepat mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
"Saya minta seperti yang diminta oleh Presiden, supaya lebih cepat [produksinya] karena situasi memang sangat membutuhkan," kata dia.
Ma'ruf menilai, sertifikasi halal bagi vaksin corona menjadi sangat penting untuk Indonesia karena masyarakatnya mayoritas memeluk agama Islam. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi penolakan vaksinasi dari masyarakat karena ragu terhadap label kehalalannya.
"Ini jangan jadi masalah. Jangan terjadi seperti vaksin Measles Rubella (MR) itu yang kemudian targetnya tidak tercapai," Wapres mengingatkan.
Ma'ruf juga menambahkan, vaksin-vaksin produksi dari luar negeri juga harus dipastikan halal. Jangan sampai pemerintah sudah memesan dalam jumlah besar, namun bermasalah dalam proses kehalalannya.
"Covid-19 ini adalah persoalan kehidupan bangsa kita, baik soal kesehatan, soal sosial, bahkan juga soal ekonomi. Kuncinya vaksin. Dan vaksin itu harus di-back up oleh sertifikat halal." pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir, melaporkan perkembangan produksi vaksin Covid-19 yang saat ini telah mencapai uji klinis tahap ke-3.
Setelah uji klinis selesai di bulan Januari, Bio Farma akan segera memproduksi vaksin-vaksin tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun alan dilibatkan untuk mendapatkan proses registrasi vaksin.
"Mungkin sekitar bulan Februari paling cepat, kita sudah bisa melakukan program vaksinasi ini kepada masyarakat Indonesia," kata dia.
Sebagai bentuk strategi jangka panjang, Honesti menjelaskan Bio Farma telah bekerjasama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kementerian Riset dan Teknologi. Hal itu untuk mengembangkan vaksin yang berbasis kepada strain virus orang Indonesia.
Sementara untuk strategi jangka pendek, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan Sinovac asal China untuk memproduksi vaksin tersebut.
"Mereka akan memberikan bibit vaksin dan Bio Farma yang akan melakukan uji klinis dan produksi," terangnya.
Terkait dengan kehalalan vaksin hasil kerjasama dengan Sinovac, Honesti menjelaskan bahwa Sinovac telah memberikan jaminan bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi (Porcine).
Meski demikian, Ia menyatakan masih diperlukan uji kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia guna mendapatkan sertifikasi halal resmi.
"Mereka [Sinovac] menyatakan bahwa bahan baku yang diproduksi mereka itu tidak mengandung Porcine," ungkapnya.[]
































