- Produksi Narkoba di Rumahnya, Polisi Tangkap Warga Dusun Pagelaran Karawang
- BP2MI Bongkar Penempatan 36 Calon Pekerja Migran Ilegal di Cirebon
- 21 Orang Tak Berkutik Digerebek saat Asyik Judi Sabung Ayam
- Dinkes Kota Bandung Lakukan Tes Antigen Ribuan Siswa
- KPK Klaim Sudah Telusuri Info Beking Azis Syamsuddin di Internal
- Adik Mantan Bupati Lampung Utara Diduga Terima Uang Panas Rp2,3 Miliar
- Indonesia Bungkam Malaysia, Jojo Kunci Lolos ke Semifinal Piala Thomas 2020
- 7 Santri Tewas Tenggelam 3 Hilang, Kegiatan Pramuka Susur Sungai di Cileueur
- Oknum Guru Ngaji Tega Cabuli 8 Anak Gadis di Bandar Lampung
- Ikrarnya Iblis Di Hadapan Allah Ta`ala Untuk Menipu Manusia Dengan Yang Indah-Indah
- Minuman yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Jantung
- Ketimbang Diet, Olahraga Lebih Bermanfaat untuk Umur Panjang
- Objek Wisata di Pangandaran Sosialisasikan PeduliLindungi
- Pemkot Sukabumi Percepat Vaksinasi, RS agar Rekomendasikan ODHA
- Gubernur Jabar Ungkap Rahasia Prestasi Jabar Berkat Sport Sains
Mari Tak Henti Bersyukur

Orang beriman tak boleh berhenti bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang Dia berikan. Baik itu karunia yang sifatnya material maupun nonmaterial, banyak maupun sedikit, yang tampak maupun tidak tampak.
Allah berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS al-Baqarah [2]: 152)
Baca Lainnya :
- KUA Buka Pendaftaran Nikah Online Selama Wabah Corona0
- Adzan Pertama Kali Terbuka Berkumandang di Jerman0
- Pelancong Jadi Mualaf Setelah Habiskan Ramadan Bersama Keluarga Muslim 0
- Bagaimana Cara Mengurus Jenazah Korban Virus Corona0
- Tiga Cara Tingkatkan Imunitas Diri Ala Rasulllah SAW0
Di antara cara bersyukur itu adalah dengan menaati perintah Allah yang telah memberi kita nikmat, dan tidak mengufuri-Nya, sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Mahalli dan as-Suyuthi dalam kitab Tafsir al-Jalalain. Cara lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Syekh as-Sa’di dalam kitab Taisir al-Karim ar-Rahman adalah syukur dengan hati berupa mengakui nikmat, dengan lisan berupa mengingat dan memuji Allah, dan dengan anggota tubuh berupa menaati-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Allah dan Rasulullah menyuruh kita untuk bersyukur, tetapi sering kali kita lalai. Itu tak hanya terjadi ketika kita mendapatkan rezeki yang banyak, tetapi juga saat kita mendapatkan rezeki yang sedikit.
Saat rezeki kita sedikit, kita malah lebih banyak memprotes dan tidak terima, bahkan menganggap Allah tidak adil. Bagaimana tidak, kita diberi sedikit, sementara orang lain di mata kita mendapatkan lebih banyak. Padahal, Allah Mahaadil dan Mahabijaksana. Dengan rezeki itu, baik banyak maupun sedikit, Allah sesungguhnya tengah menguji kita apakah kita bersyukur atau tidak.
Dalam hadisnya, Rasulullah mengingatkan kita yang merasa rezeki kita sedikit untuk melihat kepada orang yang rezekinya lebih sedikit dibanding kita agar kita tetap bersyukur dengan apa yang kita dapatkan.
Beliau mengatakan, “Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah rezeki) dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Melalui hadis ini, Rasulullah mengimbau kita untuk tidak merasa kurang atau tidak puas dengan rezeki yang diberikan Allah dengan cara melihat orang yang nasibnya tak lebih baik daripada kita. Tujuannya, agar kita tidak terus-menerus merasa kurang karena ternyata ada orang lain di bawah kita yang tidak lebih banyak memperoleh nikmat daripada apa kita peroleh. Dengan begitu, akan timbul kesadaran bahwa ternyata kita masih lebih baik, sehingga kita tetap bersyukur kepada Allah.
Inilah rahasia agar kita terus bersyukur, yakni ketika kita menyadari diri kita masih lebih baik dibandingkan orang lain, kita akan menjadi orang yang bersyukur. Syukur inilah yang akan menjadi wasilah Allah menambah rezeki kita, seperti yang Dia janjikan, “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku untuk kalian. Namun, jika kalian kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7)
Melihat ke bawah selain melahirkan perasaan syukur kepada Allah, juga akan melahirkan sifat mulia lainnya, yaitu qanaah, menerima dengan ikhlas apa pun yang diberikan kepada Allah setelah dia berusaha dengan maksimal.[]
<!--[if gte mso 9]><xml>
































