- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Malaysia Sebut Tertular Virus Corona Mutan dari Indonesia atau Filipina

KUALA LUMPUR - Institut Riset Medikal, Malaysia, meyakini turunan SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, yang mengalami mutasi gen D614G yang ditemukan di Sabah datang dari Indonesia atau Filipina. Turunan virus itu ditemukan berbeda dari yang ditemukan di tiga klaster lain di Kedah meski seluruhnya mengalami mutasi yang sama yang disebut lebih mudah menular itu.
"Kami menemukan turunan dari varian yang mengalami mutasi gen D614G di Sabah bisa saja datang dari Indonesia dan Filipina," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, lewat sebuah konferensi pers yang dilakukan dalam jaringan, Kamis 15 Oktober 2020.
Noor mengatakan, perbandingan telah dilakukan antara varian G (mutasi gen D614G) virus corona yang ditemukan di klaster Benteng LD, Sabah, itu dengan yang ditemukan di klaster Sivagangga, Tawar, dan Sungai di Kedah. Hasilnya, Institut Riset Medikal disebutnya mendapati perbedaan dan menyimpulkan virus corona di klaster Benteng LD tak memiliki relasi dengan yang menyebar di Kedah.
Baca Lainnya :
- Cai Changpan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Hutan Jasinga Bogor0
- Kakek 74 Tahun Dimasukkan Dalam Tempat Pendingin Jenazah, Keliru Dinyatakan Meninggal0
- Jangan Sepelekan Gejala Pikun, 4 Cara Mencegahnya0
- Stres karena Berbagai Masalah, Atasi dengan Cara Sederhana Ini0
- Hubungan Anies Baswedan dan DPRD DKI Tak Harmonis, Pengamat: Rakyat yang Dirugikan0
“Saat ini, ada 23 klaster baru terdiri dari 604 orang dari Sabah yang telah terkonformasi positif Covid-19 dengan kecederungan yang besar kalau mereka semua membawa varian mutasi D614G itu,” kata Noor.
Menurut dokter veteran, Milton Lum, mutasi gen D614G membuat virus corona Covid-19 lebih mudah menginfeksi sel manusia. Dia juga mengatakan mutasi itu telah mendominasi virus corona Covid-19 gobal dan telah ditemukan termasuk di Singapura dan negara-negara Eropa sejak Februari lalu.
Pada hari yang sama Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 589 kasus baru Covid-19 di mana 51,6 persen disumbang oleh Sabah dari klaster Tembok, Penjara Reman, dan Penjara Seberang Perai. Korban meninggal tiga orang, juga seluruhnya dari Sabah.
Secara keseluruhan, per hari ini Sabtu 17 Oktober 2020, Malaysia telah melaporkan sebanyak 18.758 kasus infeksi Covid-19 di negaranya. Angka itu jauh lebih rendah daripada Singapura, misalnya, yang hampir 58 ribu kasus. Terdampak terburuk di Asia Tenggara adalah Indonesia dengan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 353 ribu, diikuti Filipina dengan 351 ribu kasus.[]


































