- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
- Polisi Temukan Luka Sayatan Pada Jasad Wanita Hamil yang Dibunuh di Bandung
- Dua Pria Bugil di Gunung Gede Pangrango Dituntut Minta Maaf
- Peringatan Hari Santri Diwarnai Aksi Demo Turunkan Ketua DPRD Kuningan
- 201 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Bersubsidi di Bandung Barat
- Pria Bogor Tewas Tersambar Kereta Saat Nyebrang Sambil Main HP
- Razia Tak Berpusat Satu Titik, Polisi Gelar Operasi Lodaya di Bandung
- RSD Gunung Jati Cirebon Ditutup Sementara, 39 Nakes Positif Corona
- EP, warga Sukoharjo Terduga Pembunuh Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil
- Harun Masiku 9 Bulan Belum Ketemu, Satgas KPK Dievaluasi Lagi
- Bareskrim Polri Panggil Pentolan KAMI Ahmad Yani Jumat
- Istana Jelaskan soal Beda Halaman Naskah Omnibus Law Ciptaker
- Heru Hidayat Bantah Terima Rp10 Triliun, Pleidoi Jiwasraya
- Naskah UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ini Penjelasan Mensesneg
- IPW: Selain Brigjen E, Ada Belasan Anggota Polri Ditahan Propam Terkait LGBT
Hubungan Anies Baswedan dan DPRD DKI Tak Harmonis, Pengamat: Rakyat yang Dirugikan

JAKARTA - Hubungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan DPRD DKI yang tak harmonis dianggap bakal merugikan warga. Pernyataan ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.
Menurut Adi, ketidakharmonisan ini bisa-bisa menghambat pembuatan kebijakan Anies yang harus disetujui dewan. "Pasti akan banyak kebijakan-kebijakan yang terhambat, tidak bisa dikebut, tidak bisa cepat," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 17 Oktober 2020. "Siapa yang dirugikan, ya rakyat lah."
Dia mengutarakan lamanya kebijakan terbit akan membuat implementasi regulasi yang berkaitan dengan kepentingan publik mandek. Khususnya soal isu kesejahteraan dan kebijakan Anies yang sempat dijanjikan dalam kampanye Pilkada DKI 2017.
Baca Lainnya :
- Anya Geraldine Menolak Dipacari Rizky Febian0
- KPI Tegur Santuy Malam karena Tampilkan Adegan Berbahaya0
- Nathalie Holscher Sakit, Anak Bungsu Sule Tak Mau Jauh dari Ibu Sambungnya0
- Dukung Omnibus Law, Bank Dunia Ingatkan Aturan Pelaksana Harus Kuat0
- Terapi Plasma Darah Selamatkan 4 Pasien Kritis Covid-19 di Cirebon0
Sementara itu, Anies tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menetapkan segala kebijakan tanpa persetujuan legislatif di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Meski ada saja aturan yang bisa terbit melalui peraturan gubernur atau produk hukum lainnya.
"Artinya, Anies secara politik tersandera oleh DPRD, karena dia tidak bisa main sendiri. Karena segala hal yang terkait dengan Jakarta, dia harus komunikasikan dengan DPRD yang mayoritas tidak mendukung dirinya," jelas dia.
Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar DPRD DKI menanggap tidak ada harmonisasi kelembagaan yang baik antara eksekutif dan legislatif Jakarta. Padahal, Ketua Fraksi Basri Baco menilai, kedua lembaga ini harus akur dan sejalan, sehingga rakyat terurus dengan baik. Untuk itu, Basri berujar, perlunya harmonisasi komunikasi politik Anies Baswedan dengan DPRD.[]


































