- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Mahfud Sebut Korupsi Hari Ini Jauh Lebih Gila dari Zaman Orde Baru

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan praktik korupsi di era Reformasi dewasa ini lebih berbahaya dibandingkan saat Orde Baru (Orba).
Hal itu disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara di acara dialog dengan akademisi Universitas Gajah Mada (UGM) serta Pimpinan PTN/PTS Provinsi Yogyakarta, 5 Juni 2021. "Karena kenyataannya sekarang ini saja sekarang ni hari ini, korupsi itu jauh lebih gila dari zaman Orde Baru," kata Mahfud.
Awalnya, Mahfud membicarakan soal pernyataannya terkait korupsi di era Reformasi yang dilontarkan pada 2017 sebelum dirinya menjadi Menteri. Namun, ketika menjabat Menko Polhukam pernyataannya tersebut kembali viral.
Baca Lainnya :
- Ratusan Penonton Shock, Presenter Jatuh dan Hembuskan Nafas Terakhir Saat Live di Televisi0
- Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal0
- Penduduk Abaikan Imbauan, Inggris Putuskan Lockdown 3 Pekan0
- Ironi Buruh Tetap Bekerja dan DPR Ajak Keluarga Tes Corona0
- Ikut Campur Urusan Ayu Ting Ting Keluar dari Pesbukers, Syifa Sebut Kakaknya Dianggap Sampah0
Terkait pernyataannya itu, Mahfud mengakui ada pertanyaan yang masuk ke dirinya, apakah menyesal atau mau meralat kata-katanya terkait dengan praktik rasuah yang terjadi di Indonesia saat ini. Mantan Ketua MK itu pun memastikan meskipun saat ini menjadi bagian dalam roda pemerintahan, dirinya tak akan meralat pernyataannya tersebut. "Saudara, saya katakan saya tidak akan meralat. Saya tidak katakan semakin besar apa jumlahnya, semakin meluas," ujar Mahfud. Kemudian, Mahfud pun memberikan contoh persoalan kasus dugaan korupsi di BLBI. Menurutnya, perkara itu diibaratkan sebagai limbah yang diwarisi oleh rezim sebelum pemerintahan Jokowi. "Mari kami lihat orang harus paham ini agar tidak selalu menyalahkan, pemerintah kok diam saja. kemarin itu gob**k kok BLBI dibiarkan berjalan sampai begitu lama 20 tahun. Saya bilang Pak Jokowi baru jadi Presiden 6 tahun, saya baru jadi Menteri 1 tahun, kalau 2 tahun berarti 16 tahun sebelumnya itu bukan urusan kami. Kami justru diwarisi limbah yang harus diselesaikan. BLBI itu," tutup Mahfud.[]
































