- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
- 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Dibekuk Beli 6 Butir Ekstasi
- Menlu Retno Tekankan Dukungan Indonesia bagi Palestina
- MUI Desak Pilkada 2020 Ditunda: Demi Keselamatan Jiwa Manusia
- MA Potong Hukuman Anas Urbaningrum Jadi 8 Tahun Penjara
- Petugas Lapas Tangerang Tidur Saat Narapidana WN China Kabur
- Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu
- Deklarasi KAMI di Rengasdengklok Dibubarkan
- Pemda KBB-TNI Bantu Petani yang Terimbas COVID-19
- Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok, Bodebek Episentrum COVID-19
- Uji Klinis Berjalan Lancar, Produksi Vaksin COVID November 2020
KSAD: Dari Pengadaan 20 Lab PCR, Baru Empat Terealisasi

JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, menyebutkan, dari rencana pengadaan 20 unit lab PCR untuk rumah sakit (RS) TNI AD melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hanya empat yang terealisasi hingga saat ini. Padahal, RS TNI AD di daerah-daerah membutuhkannya karena pasti merawat pasien Covid-19.
"Pengadaan melalui BNPB, kita ada 20 unit lab PCR dan kita sudah rencanakan untuk penempatan di 20 RS. Tapi sampai dengan sekarang realitanya hanya empat dari pengadaan yang 20 itu. Itu pun sampai dengan sekarang kontraknya belum dilakukan," ungkap Andika dalam peringatan Hari Ulang Tahun BPPT ke 42 Tahun di Jakarta, Senin (24/8).
Andika mengatakan, dari 68 RS TNI AD di seluruh Indonesia, hanya ada enam lab PCR. Padahal alat tersebut amat dibutuhkan saat ini karena RS TNI AD juga merawan pasien Covid-19 meski secara teori RS rujukan untuk pasien Covid-19 sudah ditentukan disetiap daerah provinsi atau kabupaten.
Baca Lainnya :
- Evi Jabat Kembali Komisioner KPU, Ini Tanggapan DKPP0
- Absen di Sidang Praperadilan, Polri: Tunggu Sprin Kapolri0
- Kasus Positif Covid-19 di Cirebon Bertambah 10 Orang0
- Kasus Positif Covid-19 Majalengka Bertambah Sembilan Orang0
- Kasus Positif Covid-19 Kota Bandung Kembali Meningkat0
"Praktiknya, human nature. Orang yang sakit dan orang yang sakit belum tentu dia tau dia kena Covid, selalu mencari RS terdekat, sehingga seluruh RS kami itu pasti merawat pasien Covid," ujar Andika.
Dia menceritakan, pada awal Maret 2020, pihak TNI AD hanya memiliki satu lab PCR di RS Pusat AD Gatot Soebroto. Pada saat itu, TNI AD mendapatkan bantuan pinjaman satu lab PCR dari BPPT yang kemudian ditempatkan di RS TK.II Moh Ridwan Meuraksa, Jakarta.
"Jadi di saat-saat seperti itu kehadiran lab PCR kedua melalui mobile lab BSL-II yang di RS Ridwan itu sangat-sangat signifikan. Dan hari ini Kepala BPPT juga akan meminjamkan satu lagi mobile lab BSL-II yang second generation," jelas dia.[]
































